Tiongkok Serap Mayoritas Ekspor Maluku Utara 2025

Unknown's avatar
Kapal Armada Permata mengangkut peti kemas melintasi perairan Ternate, Maluku Utara / Dok : Antara

LENTERA MALUT – Kinerja ekspor Provinsi Maluku Utara sepanjang Januari–November 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat, dengan Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama sekaligus penyumbang nilai ekspor terbesar.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat, nilai ekspor ke Tiongkok pada periode tersebut mencapai US$12.251,36 juta, atau setara 95,41 persen dari total ekspor Maluku Utara.

Posisi berikutnya ditempati Jepang sebesar US$244,19 juta (1,90 persen), disusul India US$217,03 juta (1,69 persen), Korea Selatan US$67,57 juta (0,53 persen), Belanda US$43,12 juta (0,34 persen), dan Taiwan US$17,74 juta (0,14 persen).

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, dalam siaran pers yang diterima media ini, Kamis (8/1/2026), menjelaskan bahwa kuatnya ekspor ke Tiongkok terutama ditopang oleh komoditas Besi dan Baja (HS 72) serta Nikel (HS 75) yang menjadi tulang punggung ekspor daerah.

“Total nilai ekspor Maluku Utara pada Januari–November 2025 mencapai US$12.841,01 juta, meningkat US$2.878,19 juta atau 28,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Simon.

Peningkatan signifikan tersebut, lanjut Simon, didorong oleh melonjaknya nilai ekspor ke sebagian besar negara tujuan utama. Ekspor ke Tiongkok naik US$2.745,35 juta (28,88 persen), Jepang melonjak tajam sebesar US$224,86 juta atau 1.139,40 persen, India meningkat US$43,09 juta (24,77 persen), Belanda naik US$15,95 juta (58,70 persen), serta Korea Selatan bertambah US$2,37 juta (3,63 persen).

Sementara itu, ekspor ke Taiwan justru mengalami kontraksi sebesar US$57,34 juta atau turun 76,37 persen.

Secara bulanan, nilai ekspor Maluku Utara pada November 2025 tercatat sebesar US$1.156,21 juta. Angka ini mengalami penurunan 22,11 persen dibandingkan November 2024, namun tetap mencerminkan kuatnya kinerja ekspor secara kumulatif sepanjang tahun.

Dari sisi komoditas, Besi dan Baja (HS 72) menjadi penyumbang kenaikan nilai ekspor terbesar sepanjang Januari–November 2025 dengan tambahan US$2.095,92 juta. Sementara itu, Logam Dasar Lainnya (HS 81) mencatat lonjakan tertinggi secara persentase, yakni mencapai 811,91 persen.

Berdasarkan struktur ekspor, tiga komoditas utama—Besi dan Baja (HS 72) senilai US$8.098,62 juta, Nikel (HS 75) sebesar US$4.075,79 juta, dan Bahan Kimia Anorganik (HS 28) senilai US$528,88 juta—menyumbang 98,93 persen dari total ekspor Maluku Utara selama Januari–November 2025.

Sementara dari sisi logistik, BPS mencatat sebagian ekspor Maluku Utara masih dimuat melalui pelabuhan di provinsi lain. Sepanjang Januari–November 2025, nilai ekspor Maluku Utara yang dikapalkan melalui pelabuhan di luar provinsi mencapai US$390,97 juta atau 2,96 persen dari total ekspor. Provinsi DKI Jakarta menjadi pelabuhan muat terbesar dengan nilai US$377,10 juta (2,86 persen).

Data ini menegaskan kuatnya ketergantungan ekspor Maluku Utara pada sektor industri berbasis logam dan pertambangan, sekaligus menunjukkan peluang peningkatan nilai tambah dan penguatan infrastruktur pelabuhan di dalam daerah ke depan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *