LENTERA MALUT – Persoalan sampah kembali menjadi keluhan warga Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan. Berkurangnya jumlah petugas angkut sampah serta tersendatnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) membuat layanan kebersihan di kawasan padat penduduk itu kian terseok.
Jika sebelumnya ada empat petugas satgas angkutan sampah roda tiga, kini hanya tersisa dua orang yang harus melayani 14 RT. Kondisi ini membuat pengangkutan sampah tak lagi berjalan optimal. Tumpukan sampah pun kerap tertahan berhari-hari di lingkungan warga.
“Dua orang petugas itu kewalahan. Kadang kalau warga minta diangkut, kami sampai patungan Rp5 ribu sampai Rp10 ribu hanya untuk beli BBM,” ujar Risna, warga Kayu Merah, Rabu (14/1/2026).
Menurut Risna, dalam dua pekan terakhir kondisi semakin memburuk. Kupon BBM yang biasanya disalurkan oleh Pemerintah Kota Ternate untuk operasional kendaraan angkut sampah tak kunjung diterima petugas.
Biasanya, setiap unit kendaraan roda tiga memperoleh jatah sekitar 10 liter BBM per minggu melalui sistem kupon yang bisa ditukar di SPBU Pertamina. Namun karena kupon tersebut belum turun, aktivitas pengangkutan ikut terhenti.
“Kalau tidak ada BBM, ya sampah tidak diangkut. Kadang kami warga yang bayar. Tapi masa terus-terusan kami yang tanggung? Ini kan pelayanan dasar,” keluhnya.
Akibat keterlambatan itu, sampah rumah tangga mulai menumpuk di sejumlah titik. Warga khawatir kondisi ini bisa memicu bau tak sedap hingga gangguan kesehatan jika dibiarkan terlalu lama.
Warga berharap Pemerintah Kota Ternate segera merespons persoalan ini dengan mencairkan anggaran BBM dan menambah kembali jumlah petugas, agar layanan kebersihan di Kayu Merah kembali normal. (Red)





