LENTERA MALUT – Reses Anggota DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, di sejumlah Kelurahan Kecamatan Ternate Tengah mengungkap persoalan klasik yang terus berulang: penerangan jalan umum (PJU), sampah, drainase tersumbat, hingga banjir saat musim hujan.
Jamian menyebut, keluhan paling dominan datang dari lampu jalan yang padam berbulan-bulan meski warga tetap membayar retribusi PJU. Panjangnya prosedur perbaikan dinilai membuat penanganan lamban.
Karena itu, Jamian mendorong agar pengelolaan PJU diserahkan langsung kepada kelurahan. Dengan kewenangan tersebut, kelurahan bisa bergerak cepat saat menemukan lampu rusak atau padam, tanpa harus menunggu proses pengusulan berulang.
“Kalau ditangani kelurahan, eksekusinya cepat. Lampu jalan bisa lebih stabil. Ini masukan masyarakat yang patut dipertimbangkan,” tegasnya Jumat (16/1/2026).
Selain PJU, warga juga menyoroti pengangkutan sampah yang tidak optimal serta drainase tersumbat yang memicu banjir dan pohon tumbang di sejumlah titik. Jamian menegaskan, seluruh temuan reses ini perlu segera ditindaklanjuti pemerintah kota, terutama menyangkut pelayanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan berbasis kelurahan dengan melibatkan RT/RW, baik untuk bantuan sosial, pajak, maupun potensi PAD, agar kebijakan publik lebih tepat sasaran. (Red)





