Update Insiden Longboat di Halmahera Selatan, 57 Orang Selamat

Unknown's avatar
Tangkapan layar video salah satu penumpang yang disebarkan di grup WhatsApp

LENTERA MALUT – Sebuah longboat rute Desa Babang–Desa Piga Raja, Kabupaten Halmahera Selatan, dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Jumat (23/1/2026) siang.

Informasi yang diterima Unit Siaga SAR (USS) Halmahera Selatan menyebutkan, longboat tersebut berangkat dari Pelabuhan Babang sekitar pukul 14.00 WIT menuju Desa Piga Raja. Namun, di tengah perjalanan, cuaca tiba-tiba memburuk. Angin kencang dan gelombang tinggi menghantam perahu hingga terbalik dan akhirnya tenggelam.

Kepala Desa Bibinoi yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan insiden tersebut ke USS Halsel untuk meminta perbantuan SAR.

Berdasarkan data sementara dari Basarnas Ternate, total penumpang dalam longboat tersebut berjumlah 59 orang. Dari jumlah itu, 57 penumpang berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Puskesmas Bibinoi, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu penumpang lainnya masih dalam pencarian.

Korban yang hingga kini belum ditemukan diketahui bernama Wildan, seorang dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair).

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan setelah menerima laporan, Tim Rescue USS Halmahera Selatan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Tim bergerak menggunakan truk personel menuju Desa Babang, kemudian melanjutkan pencarian di perairan Desa Bibinoi dengan speed boat KPLP.

“Operasi SAR dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur,” kata Iwan.

Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi meliputi Tim Rescue USS Halsel, Polairud Polres Halmahera Selatan, Pos TNI AL Halsel, BPBD Halsel, serta masyarakat setempat.

Sebelumnya, sebuah video singkat berdurasi sekitar lima detik yang beredar luas di media sosial memperlihatkan situasi mencekam sesaat setelah kejadian. Tampak sejumlah penumpang mengapung di laut menggunakan alat bantu apung, sementara lainnya bertahan di atas badan kapal yang nyaris seluruhnya terendam air.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap satu korban yang masih hilang terus dilakukan, dengan harapan korban dapat segera ditemukan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *