LENTERA MALUT – Mufti Besar Kesultanan Moloku Kie Raha, DR (HC) Abuya Al Habib Abubakar bin Hasan Al-Attas Az-Zabidi, mengingatkan para pemimpin di Maluku Utara agar tidak terjebak pada euforia penyambutan pejabat pusat, sementara kebutuhan dasar masyarakat justru terabaikan.
Ulama kharismatik yang memiliki ribuan jamaah di Maluku Utara hingga luar daerah itu secara tegas meminta Gubernur, Wakil Gubernur, para Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk lebih memusatkan perhatian pada penderitaan dan kebutuhan rakyat yang mereka pimpin.
“Saya minta para pemimpin di Maluku Utara agar lebih banyak memperhatikan masyarakatnya. Jangan terlalu sibuk melayani pejabat pusat yang datang ke daerah,” tegas Abuya.
Menurutnya, kedatangan pejabat pusat ke daerah kerap dibungkus dengan berbagai kepentingan. Ia menyebut, sering kali ada “embel-embel” yang diharapkan oleh pihak yang datang, dan tidak jarang pula disambut dengan harapan serupa oleh pihak yang menerima.
“Kalau pejabat pusat datang, biasanya ada embel-embel yang diharapkan. Yang datang berharap sesuatu, yang menerima juga berharap sesuatu. Ini yang harus diwaspadai,” ujarnya lugas.
Abuya menekankan, sikap semacam itu berpotensi menggeser orientasi kepemimpinan dari melayani rakyat menjadi melayani kepentingan kekuasaan. Padahal, kata dia, amanah kepemimpinan sejatinya adalah memastikan kesejahteraan masyarakat, bukan memprioritaskan tamu-tamu berkuasa.
Pernyataan tersebut disampaikan Abuya kepada awak media usai pelaksanaan doa dan zikir bersama, Senin malam (2/2/2026), di kediamannya di kawasan Kampung Tengah, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.
Pesan Abuya menjadi pengingat moral bagi para pemimpin daerah agar tetap berpijak pada nurani dan amanah rakyat, serta tidak silau oleh kedudukan dan kepentingan pejabat pusat yang datang ke Maluku Utara.





