LENTERA MALUT – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, warga Maluku Utara diminta bersiap. Bank Indonesia (BI) resmi menggulirkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, menghadirkan layanan penukaran uang layak edar secara lebih luas, tertib, dan berbasis digital.
Secara nasional, program ini diluncurkan oleh Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, bersama pimpinan perbankan di Jakarta pada Jum’at, (13/2/2026). Seluruh Kantor Perwakilan BI di Indonesia, termasuk BI Provinsi Maluku Utara, ikut bergerak serentak melayani kebutuhan masyarakat.
Khusus periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, kebutuhan uang Rupiah di Maluku Utara diprakirakan mencapai Rp933 miliar, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp746 miliar.
Secara keseluruhan, kebutuhan uang sepanjang 2026 diproyeksikan menembus Rp3,7 triliun, naik 12 persen dari tahun lalu. Lonjakan ini dipicu meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat saat mudik, baik antar kabupaten/kota maupun antar provinsi.
Catat! Ini Jadwal Pemesanan
Agar lebih tertib dan menghindari antrean panjang, penukaran uang wajib dipesan melalui Aplikasi PINTAR di https://pintar.bi.go.id.
Kuota dibuka dalam dua tahap:
- Tahap I: 14 Februari 2026 pukul 10.00 WIT
- Tahap II: 27 Februari 2026 pukul 10.00 WIT. Masyarakat wajib membawa KTP dan bukti pemesanan saat datang ke lokasi penukaran.
Tersedia di 70 Titik Layanan
BI Maluku Utara menyiapkan 70 titik layanan penukaran yang tersebar melalui berbagai skema:
- Layanan ritel tahap I: 20 Februari 2026 di delapan bank di Ternate
- Layanan ritel tahap II: 10 Maret 2026 di delapan bank di Ternate, enam bank di Labuha, enam bank di Tobelo, dan empat bank di Weda
- Layanan terpadu: 3–6 Maret 2026 di Dhuafa Center Ternate
- Kas keliling tematik “Jelajah Pulau”: 9–12 Maret 2026 di Tidore dan Sofifi. Selain itu, layanan ritel juga tersedia di Lapangan Perikanan Bastiong, Ternate.
Tahun ini, paket penukaran SERAMBI ditingkatkan menjadi Rp5.300.000 per orang, terdiri atas pecahan mulai dari Rp50.000 hingga Rp1.000. Kebijakan ini memberi ruang lebih besar bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan uang baru saat berbagi THR dan tradisi Lebaran.
Momentum SERAMBI juga dimanfaatkan BI untuk mengedukasi masyarakat agar selalu mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
Masyarakat juga diimbau merawat Rupiah dengan prinsip 5J: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.
Di tengah tingginya transaksi selama Ramadan, BI turut mendorong pemanfaatan pembayaran digital seperti mobile banking, internet banking, BI-FAST, dan QRIS agar transaksi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Dengan kesiapan uang tunai yang memadai serta dukungan layanan digital, BI berharap kebutuhan masyarakat Maluku Utara selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat terpenuhi dengan lancar dan nyaman. (Red)





