LENTERA MALUT – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Galala, Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, akhirnya berujung duka. Setelah sepekan dinyatakan hilang di laut, Abubakar Wahid (70) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (2/3/2026).
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat yang tengah melaut di perairan Desa Galala. Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dan hanyut di sekitar lokasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan dari warga.
“Pada pukul 11.40 WIT, setelah mendapatkan informasi, tim rescue Kantor SAR Ternate bergerak menuju lokasi penemuan. Pukul 12.32 WIT, tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi dan memastikan jenazah tersebut adalah korban yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dari longboat,” ujar Iwan dalam keterangan persnya.
Setelah dilakukan konfirmasi dengan pihak keluarga, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Abubakar Wahid, nelayan yang dilaporkan hilang sejak 23 Februari 2026. Korban sebelumnya diketahui terjatuh dari perahunya saat melaut dan tidak sempat terselamatkan.
Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Usai proses tersebut, tim SAR gabungan melakukan debriefing bersama keluarga dan menyimpulkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Iwan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi, di antaranya Polair Polda Maluku Utara, Brimob Polda Maluku Utara, Lanal Ternate, BPBD Maluku Utara, masyarakat setempat, serta keluarga korban.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para nelayan saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah. (Red)





