LENTERA MALUT – Niat sederhana FS (25) untuk membeli rokok di tengah malam berubah menjadi pengalaman menegangkan. Warga Kota Ternate itu nyaris menjadi target operasi sejumlah oknum anggota Satresnarkoba Polres Ternate, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 01.14 WIT.
Ceritanya bermula ketika FS keluar rumah menuju warung. Di tengah perjalanan, ia diberhentikan lima pria yang mengaku sebagai intel Polres Ternate. Tanpa banyak penjelasan, situasi mendadak serius.
FS mengaku sempat meminta agar tidak disentuh sebelum ada penjelasan resmi. Namun salah satu oknum disebut mencabut kunci motornya, sementara yang lain memegangnya dan melontarkan pertanyaan soal barang bawaan.
“Saya ditanya bawa barang apa. Saya malah balik tanya, ini dari mana. Mereka jawab dari intel Polres,” ujarnya saat dihubungi, Selasa siang.
Merasa situasi tidak nyaman, FS kemudian menyebut dirinya wartawan dan berteriak menyampaikan identitas profesinya. Mendengar hal itu, para oknum tersebut langsung menjauh dan menyampaikan permohonan maaf karena terjadi kekeliruan target.
Pasca kejadian, FS didampingi penasihat hukum Hastomo Bakri, S.H., mendatangi Polres Ternate untuk meminta klarifikasi. Hastomo menegaskan bahwa setiap tindakan aparat di lapangan harus sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk menunjukkan identitas dan surat tugas.
Ia mengingatkan bahwa penangkapan atau pemeriksaan harus berpedoman pada aturan hukum, termasuk KUHAP Pasal 17 dan 18, serta tetap menghormati hak asasi manusia dan profesi wartawan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Terpisah, Kasat Narkoba Polres Ternate, AKP Suherman S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan operasi rutin berdasarkan informasi awal. Ia menyebut kejadian itu bukan salah tangkap, melainkan salah paham dalam situasi operasi yang berlangsung cepat.
“Setelah klarifikasi langsung, semuanya sudah jelas. Tidak ada persoalan lanjutan, dan kami sudah saling memaafkan,” ujarnya.
Peristiwa itu pun berakhir tanpa rokok terbeli, namun menyisakan pelajaran penting tentang komunikasi, prosedur, dan kehati-hatian dalam setiap operasi di lapangan. (Red)





