LENTERA MALUT – Sepanjang tahun 2025, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate mencatat intensitas tugas yang tinggi, dengan puluhan operasi penyelamatan digelar demi menyelamatkan nyawa manusia.
Dalam rentang waktu 1 Januari hingga 27 Desember 2025, Basarnas Ternate telah melaksanakan 49 operasi Search and Rescue (SAR) di berbagai wilayah perairan dan daratan Maluku Utara.
Data tersebut disampaikan Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, didampingi Kepala Operasi Ferdinando Rugebregt serta Kapten Kapal KN 237 Pandu Dewanata Sujono , dalam press release akhir tahun yang digelar di atas Kapal Pandu Dewanata di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Sabtu (27/12/2025).
Iwan mengungkapkan, dari seluruh operasi SAR yang melibatkan Basarnas bersama TNI, Polri, dan unsur instansi terkait lainnya, tercatat 293 korban berhasil ditangani.
“Sebanyak 263 orang berhasil diselamatkan, 15 orang meninggal dunia, dan 21 orang hingga kini masih dinyatakan hilang,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 kecelakaan kapal menjadi pemicu terbanyak operasi SAR, dengan total 31 kejadian yang tersebar di berbagai perairan Maluku Utara.
“Dari kecelakaan kapal tersebut terdapat 149 korban, terdiri dari 122 orang selamat, 7 orang meninggal dunia, dan 20 orang masih dalam pencarian,” ungkapnya.
Selain insiden di laut, Basarnas Ternate bersama tim SAR gabungan juga menangani 13 kejadian kondisi membahayakan manusia, seperti kecelakaan darat dan insiden lain yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
“Pada kejadian tersebut terdapat 19 korban, dengan rincian 10 orang selamat, 8 orang meninggal dunia, dan 1 orang dinyatakan hilang,” jelas Iwan.
Sementara untuk bencana alam, Basarnas mencatat 5 kejadian dengan total 125 korban.
“Seluruh korban bencana alam berhasil diselamatkan. Tidak ada korban meninggal dunia maupun hilang,” katanya.
Di balik tingginya frekuensi operasi, Iwan mengakui keterbatasan personel masih menjadi tantangan. Saat ini, Basarnas Ternate hanya diperkuat 113 personel, terdiri dari 49 PNS, 14 CPNS, serta 50 personel PPPK tahap I dan II.
Meski demikian, Basarnas Ternate terus mengoptimalkan dukungan sarana dan prasarana utama SAR, baik laut maupun darat, mulai dari kapal SAR, rescue boat, RIB, rescue car, rescue truck, ATV, hingga perahu karet.
Iwan juga menyebut, Kabupaten Halmahera Selatan menjadi wilayah dengan kejadian SAR terbanyak sepanjang 2025, disusul Halmahera Utara.
“Hal ini tak lepas dari karakteristik wilayah dan mata pencaharian masyarakat yang mayoritas sebagai nelayan,” pungkasnya.
Tak hanya fokus pada operasi lapangan, Basarnas Ternate juga memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sepanjang 2025, kerja sama dijalin dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Ternate melalui Perjanjian Kerja Sama Nomor PKS-24/KS.01.02/III/SARTTE-2025, mencakup pelatihan, edukasi, dan praktik lapangan di bidang SAR.
Kerja sama juga dilakukan bersama AirNav Indonesia Cabang Ternate melalui perjanjian Nomor LOCA-73/KS.01.04/VIII/SARTTE-2025, khususnya dalam dukungan teknis dan koordinasi penerbangan untuk mempercepat arus informasi saat kondisi darurat.
Selain itu, Basarnas Ternate menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara melalui perjanjian Nomor PKS 97/KS.01.01/X/SARTTE-2025 guna memperkuat edukasi dan sosialisasi kebencanaan di lingkungan pendidikan. (Red)






