LENTERA MALUT – Kondisi perekonomian petani di Maluku Utara pada Agustus 2025 mengalami pelemahan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 106,23, turun 1,26 persen dibandingkan bulan Juli 2025 yang mencapai 107,59.
Kepala BPS Malut, Simon Sapary, dalam siaran persnya yang dikutip media ini Sabtu (27/9/2025) menjelaskan bahwa NTP merupakan salah satu indikator penting untuk melihat tingkat kesejahteraan petani.
“NTP adalah perbandingan antara harga yang diterima petani (dari menjual hasil pertanian) dengan harga yang harus dibayar petani (untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi),” ungkap Simon.
Tidak hanya NTP, dua indikator lain juga menunjukkan tren penurunan pada Agustus 2025 yakni Indeks Konsumsi Rumah Tangga Petani (IKRT) yang tercatat sebesar 127,06, turun 0,53 persen dari bulan Juli 2025 (127,73). Angka ini menggambarkan belanja kebutuhan rumah tangga petani ikut melemah.
Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar 111,57, turun cukup signifikan yakni 1,75 persen dibanding Juli 2025 (113,55). NTUP menggambarkan kemampuan usaha tani dalam menutup biaya produksi dengan hasil penjualan.
Kata Simon, berdasarkan hasil pemantauan harga di tujuh kabupaten, BPS menemukan bahwa penurunan NTP Maluku Utara pada Agustus 2025 dipengaruhi oleh tiga subsektor pertanian.
Tanaman Hortikultura: turun cukup tajam, mencapai 10,11 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat: turun 0,73 persen, Peternakan: turun 0,33 persen.
Meski begitu, masih ada subsektor yang mengalami kenaikan sehingga sedikit menahan penurunan lebih dalam, yakni Tanaman Pangan: naik 0,54 persen, Perikanan naik 0,85 persen
Jika NTP lebih dari 100, artinya petani memiliki daya beli lebih baik karena pendapatan mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sebaliknya, jika NTP kurang dari 100, artinya petani mengalami kesulitan karena biaya hidup dan produksi lebih besar dari pendapatan.
Dengan NTP Malut pada Agustus 2025 sebesar 106,23, posisi petani masih relatif “aman” karena berada di atas angka 100, namun tren penurunan patut diwaspadai.
Turunnya NTP menunjukkan bahwa beban petani semakin berat, terutama pada subsektor hortikultura dan perkebunan. Kondisi ini bisa menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah, misalnya dengan menjaga stabilitas harga hasil pertanian, menekan biaya produksi, serta memperluas akses pasar bagi petani.
Ringkasan Angka Penting Agustus 2025 (Maluku Utara):
NTP: 106,23 (turun 1,26%)
IKRT: 127,06 (turun 0,53%)
NTUP: 111,57 (turun 1,75%)





