LENTERA MALUT – Panen jagung dan sayuran hidroponik di SMK Negeri 3 Tidore Kepulauan, Minggu (31/1/2026), menjadi simbol tumbuhnya harapan baru bagi pendidikan vokasi di Maluku Utara.
Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara di tengah aktivitas praktik peserta didik menegaskan komitmen Dikbud dalam mendorong SMK agar tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan generasi terampil, produktif, dan siap bersaing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, didampingi Sekretaris Dinas Sofyan, Kepala Bidang SMK Makmur, serta Kepala Bidang GTK Ramli Kamaludin, melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 3 Tidore Kepulauan.
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan panen jagung, panen tanaman hidroponik hasil praktik peserta didik Program Keahlian Pertanian, sekaligus penanaman hortikultura di lahan sekolah seluas kurang lebih satu hektare.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan produktif sekolah. Melalui pendekatan tersebut, sekolah didorong menjadi ruang belajar yang hidup, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta potensi daerah.
Di hadapan para kepala sekolah dan dewan guru, Abubakar Abdullah memaparkan 7 Agenda Aksi Pendidikan Tahun 2026, sekaligus menguraikan berbagai program strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam rangka penguatan SMK pada tahun 2026.
Ia menyampaikan bahwa Direktorat SMK telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp2,3 triliun untuk mendukung berbagai program prioritas, antara lain sertifikasi kompetensi peserta didik, sertifikasi bahasa asing, revitalisasi SMK, penguatan sarana dan prasarana pembelajaran,
akses keberlanjutan dan kerja sama luar negeri, proyek kreatif dan kewirausahaan, digitalisasi pembelajaran dan pengembangan konten, penguatan mutu SMK melalui teaching factory, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan lembaga sertifikasi, sertifikasi mikrokredensial guru kejuruan, serta program magang guru SMK ke luar negeri.
Abubakar berharap seluruh SMK di Maluku Utara dapat lebih aktif, responsif, dan kompetitif dalam mengakses berbagai program tersebut.
“Saya sudah bertemu langsung dengan pihak Direktorat SMK, dan mereka berharap daerah kita bisa memanfaatkan peluang ini secara maksimal,” ujarnya.
Terkait penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di SMK, Abubakar menjelaskan bahwa pihaknya telah memfasilitasi penyusunan 15 dokumen BLUD SMK untuk segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, BLUD SMK memiliki fungsi strategis dalam meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan sekolah, mengoptimalkan pemanfaatan aset dan unit produksi, mendorong kewirausahaan sekolah, serta meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap kerja dan berdaya saing.
Selain itu, Abubakar juga menyinggung Program “SMK Menanam”, sebuah program khusus bagi SMK dengan konsentrasi pertanian. Program ini diarahkan agar sekolah lebih produktif dalam memanfaatkan lahan yang tersedia, mampu mengintegrasikan praktik pertanian ke dalam kurikulum pembelajaran, serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan lokal.
“Melalui program ini, SMK tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan produksi yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah, peserta didik, dan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Red)






