LENTERA MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Pemprov Maluku Utara bersama Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia, dan Perum Bulog. Pelaksanaan perdana berlangsung di kawasan Perikanan Nusantara, Kelurahan Bastiong, Kecamatan Ternate Selatan, Jumat (13/2/2026).
Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau menjelang Ramadan, Idul Fitri, Nyepi, dan Tahun Baru Imlek 2026, sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan bahwa pada tahap awal disiapkan 1.000 kupon bantuan. Sepanjang tahun 2026, total 50 ribu paket pangan murah akan disalurkan secara bertahap pada momen hari besar keagamaan.
Ia mengakui inflasi Maluku Utara dalam dua bulan terakhir mencapai 1,48 persen, dipicu kenaikan harga ikan laut akibat faktor cuaca. Pemerintah berharap kondisi yang mulai membaik dapat menstabilkan harga di pasaran.
Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat kategori Desil 1 hingga 4, dengan pendataan melalui koordinasi Dinas Sosial bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan agar tepat sasaran.
Kepala Dinas Pangan Maluku Utara, Dheni Tjan, menjelaskan satu paket pangan dijual seharga Rp50.000, berisi 5 kilogram beras premium, 2 kilogram gula pasir, dan 2 liter minyak goreng. Nilai pasar paket tersebut diperkirakan mencapai Rp180.000 hingga Rp200.000.
Pada pelaksanaan perdana ini disiapkan sekitar 9 ton bahan pangan, terdiri dari 5 ton beras, 2 ton gula, dan 2 ton minyak goreng. Pemerintah memastikan program serupa akan terus digelar selama Ramadan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (Red)





