Halmahera Tengah Menanti Peran Provinsi Benahi Ekosistem Hilir Padi

Unknown's avatar
Ibu-ibu memanen padi sawah di Halmahera Tengah / Dok : Antara

LENTERA MALUT – Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) diklaim mencatatkan tren positif dalam produksi padi yang cukup signifikan. Namun, capaian impresif di sektor hulu ini dinilai belum sebanding dengan dukungan di sektor hilir, terutama terkait kepastian pasar bagi para petani lokal.

Hal tersebut ditegaskan oleh Penjabat Bupati Halteng, Ikram M. Sangadji, dalam sesi Forum Koordinasi Kepala Daerah bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, di Hotel Bela pada pertengahan Desember 2025 lalu.

Mantan Pejabat Kemenko Kemaritiman dan Investasi ini menyoroti masih lemahnya daya serap hasil panen. Menurutnya, meskipun produktivitas petani tinggi, mereka masih dibayangi ketidakpastian harga dan distribusi akibat absennya penyangga pasar yang kuat.

“Kita mengharapkan adanya serapan gabah yang maksimal dari Bulog. Namun, karena saat ini kapasitas Bulog masih terbatas, maka Pemerintah Provinsi harus hadir untuk menyangga ekosistem sawah ini,” ujar Ikram di hadapan awak media.

Ikram menekankan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya diukur dari luas pembukaan lahan sawah, tetapi juga pada keberlanjutan pasarnya. Ia mendorong agar Dinas Pertanian Provinsi segera merancang skema distribusi yang terintegrasi di wilayah Maluku Utara.

“Produksi beras kita melimpah. Kedepannya, kebutuhan beras di Kota Ternate seharusnya bisa disuplai langsung dari lumbung pangan lokal seperti Halteng, Haltim, atau Halsel. Ini adalah tugas Provinsi untuk mengatur ekosistem dari hulu hingga ke hilir,” tegasnya.

Melalui langkah ini, diharapkan swasembada pangan daerah tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan para petani di Halmahera Tengah dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *