LENTERA MALUT – Tongkat kepemimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara resmi berpindah tangan. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengukuhkan Handi Susila sebagai Kepala Perwakilan BI Maluku Utara yang baru, menggantikan Dwi Putra Indrawan, dalam sebuah prosesi di Aula Maitara Kantor Perwakilan BI Maluku Utara, Rabu (14/1/2026).
Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan 29 pimpinan satuan kerja Bank Indonesia yang sebelumnya telah digelar di Jakarta pada 12 Desember 2025. Sejak saat itu, rotasi dan penguatan struktur kepemimpinan BI di berbagai daerah mulai diberlakukan, termasuk di Maluku Utara.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Ketua DPRD Maluku Utara Iqbal Ruray, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, serta Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia secara resmi memperkenalkan Handi Susila kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pemangku kepentingan, dan mitra strategis BI di Maluku Utara.
Handi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Tim Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelol di Kantor Pusat BI. Sementara Dwi Putra Indrawan kini mengemban tugas baru sebagai Ekonom Ahli di Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.
Mewakili Gubernur Maluku Utara, Wakil Gubernur Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi kepada Dwi Putra Indrawan atas kontribusinya selama memimpin BI Maluku Utara. Ia menilai Dwi berhasil membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
Kepada Handi Susila, Sarbin menyampaikan harapan besar agar sinergi yang sudah terbangun dapat terus diperkuat, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
“Peran Bank Indonesia di daerah sangat vital dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami berharap kerja sama BI dengan pemerintah daerah dan dunia usaha semakin solid ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kembali posisi strategis Kantor Perwakilan BI di daerah sebagai strategic advisor bagi pemerintah daerah. Ia menyebut ada lima fokus utama yang akan terus diperkuat BI di Maluku Utara.
Kelima fokus tersebut meliputi pengendalian harga dan ketahanan pangan melalui TPID dan berbagai inovasi, mendorong pertumbuhan ekonomi lewat hilirisasi sektor unggulan dan pertanian, penguatan ekonomi kerakyatan khususnya UMKM berbasis ekosistem, percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS dan elektronifikasi pemda, serta memastikan ketersediaan uang layak edar hingga wilayah 3T di Indonesia Timur.
Dengan kepemimpinan baru di BI Maluku Utara, sinergi antara bank sentral, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi diharapkan semakin kuat dalam menghadapi tantangan dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Red)





