Longsor Beruntun Terjang Desa Tolofuo, 23 Rumah Rusak

Unknown's avatar
Warga Desa Tolofuo saat membersihkan material tanah longsor dengan peralatan seadanya / Dok : Istimewa

 

LENTERA MALUTCuaca buruk yang melanda wilayah Maluku Utara dalam beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor beruntun di Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/1/2026) dan menyebabkan puluhan rumah warga terdampak.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Desa Tolofuo, sedikitnya 23 rumah warga mengalami kerusakan akibat longsor. Dari jumlah tersebut, tiga rumah rusak total, tiga rumah rusak parah, sementara 17 rumah lainnya rusak ringan.

Salah satu warga Desa Tolofuo, Hairil Abdullah, mengungkapkan bahwa longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa pagi hingga Rabu dini hari.

“Longsor terjadi dua kali. Yang pertama sekitar pukul 02.00 WIT dini hari dan langsung merusak tiga rumah warga. Tidak lama berselang, longsor kembali terjadi pada pagi hari dan dampaknya semakin meluas hingga puluhan rumah,” jelas Hairil saat dikonfirmasi.

Tak hanya longsor, warga juga harus menghadapi banjir dan air laut pasang yang meluap hingga menggenangi permukiman. Di kawasan Kompleks Lapangan, RT 01, ketinggian air bahkan mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini diperparah dengan tertimbunnya saluran pipa air bersih akibat longsor, sehingga pasokan air warga terhambat.

“Saat ini warga kesulitan membersihkan rumah karena tumpukan tanah masih cukup tebal dan keterbatasan alat kerja. Untuk sementara, warga yang rumahnya rusak total dan rusak parah sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Kisah pilu juga dialami Tamrin Momole, salah satu korban longsor. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya karena bencana datang secara tiba-tiba.

“Kejadiannya sekitar jam dua malam. Semua berlangsung cepat, jadi tidak ada yang bisa diselamatkan. Yang terpenting kami sekeluarga selamat,” tuturnya.

Sementara itu, korban lainnya, Sahmi, mengatakan dirinya bersama istri dan anak sedang tidak berada di rumah saat longsor terjadi karena menginap di rumah mertuanya. Meski terhindar dari bahaya, rumahnya ikut terdampak parah.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan membantu warga yang menjadi korban, serta meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat tidak menutup mata atas musibah yang dialami masyarakat Tolofuo.

“Kami berharap pemerintah segera hadir dan melakukan penanganan. Puluhan rumah rusak, dan sekarang kami tidak punya apa-apa lagi,” katanya dengan nada lirih.

Warga juga menyebutkan bahwa bencana longsor ini menyebabkan listrik padam dan jaringan internet terputus, sehingga menyulitkan komunikasi dengan keluarga di luar Desa Tolofuo. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pemerintah Desa Tolofuo mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk menyampaikan data awal terkait dampak longsor. Namun hingga kini, jumlah kerugian materiil warga belum dapat dipastikan dan masih menunggu pendataan resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat belum terlihat berada di lokasi untuk meninjau langsung kondisi warga terdampak. Sementara itu, masyarakat Desa Tolofuo terus berupaya melakukan pembersihan material longsor, puing-puing bangunan, serta memastikan aliran air bersih tetap dapat digunakan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *