LENTERA MALUT – Menutup kalender kerja tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara menggelar Malam Apresiasi Akhir Tahun sebagai ruang refleksi, evaluasi, sekaligus bentuk pertanggungjawaban publik atas kinerja sektor pendidikan selama setahun terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghargaan dan penghormatan kepada seluruh insan pendidikan yang telah berkontribusi memajukan dunia pendidikan di Maluku Utara.
“Ini adalah bagian dari pertanggungjawaban kami kepada masyarakat. Sepanjang 2025, inilah capaian kinerja yang telah kami lakukan dan laporkan secara terbuka,” ujar Abubakar dalam siaran persnya.
Ia menjelaskan, berbagai program strategis telah dijalankan, mulai dari perluasan akses pendidikan, digitalisasi pembelajaran, pembangunan dan rehabilitasi sarana-prasarana sekolah, hingga dukungan terhadap program nasional seperti Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Meski secara normatif pertanggungjawaban kami juga akan disampaikan melalui laporan akhir tahun yang diaudit oleh BPK dan instansi terkait, kami ingin publik mengetahui secara langsung apa saja yang sudah kami kerjakan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Abubakar turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan insan pers yang selama ini berperan aktif mengawal kebijakan pendidikan melalui pemberitaan, kritik, dan masukan konstruktif.
“Koreksi dan kritik justru menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki kinerja,” ujarnya.
Ia berharap, pada tahun 2026 kolaborasi lintas sektor dapat terus ditingkatkan agar ekspektasi masyarakat terhadap layanan pendidikan dapat dipenuhi secara lebih baik.
Malam Apresiasi Akhir Tahun 2025 tersebut digelar di Aula SMK Negeri 2 Kota Ternate, Ahad (28/12/2025) malam. Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Ketua TP PKK Maluku Utara, Ketua Komisi IV DPRD Malut, pimpinan OPD, mitra strategis pendidikan, para kepala sekolah negeri dan swasta, guru, serta perwakilan orang tua dan peserta didik.
Selain penyerahan penghargaan bagi guru dan siswa berprestasi, Dikbud Maluku Utara juga memaparkan arah kebijakan dan agenda strategis pendidikan tahun 2026.
Abubakar mengungkapkan, sektor pendidikan Maluku Utara mengalami percepatan signifikan, baik dari sisi infrastruktur, digitalisasi pembelajaran, maupun peningkatan mutu tenaga pendidik.
“Program pendidikan gratis menjadi tulang punggung kebijakan penuntasan akses pendidikan. Hingga 2025, program ini telah menjangkau 68.512 peserta didik, terdiri dari 44.381 siswa sekolah negeri dan 24.131 siswa sekolah swasta, termasuk madrasah,”jelasnya.

Ia mengakui masih terdapat 34 sekolah swasta yang belum bergabung dalam program tersebut, namun pemerintah daerah terus melakukan pendekatan persuasif.
Di bidang sarana dan prasarana, Pemprov Maluku Utara telah merealisasikan program revitalisasi sekolah dengan total anggaran Rp 53,8 miliar untuk 68 sekolah.
“Pekerjaan meliputi pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, aula, laboratorium, ruang guru, toilet, rumah dinas guru, hingga fasilitas penunjang lainnya. Seluruh pekerjaan telah rampung 100 persen sesuai ketentuan,” kata Abubakar.
Transformasi digital pembelajaran juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah melakukan intervensi di 89 sekolah yang berada di wilayah blank spot jaringan internet, sebuah langkah yang mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Nasional dan diperkuat dengan bantuan Smart TV dari Presiden Republik Indonesia.
Selain itu, sebanyak 616 unit komputer telah didistribusikan ke 65 sekolah melalui APBD 2025. Untuk tahun 2026, Pemprov Maluku Utara kembali mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar guna pengadaan perangkat komputer.
Peningkatan kapasitas tenaga pendidik pun terus dilakukan. Sebanyak 226 guru dan kepala sekolah mengikuti pelatihan Deep Learning, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI) yang didukung dana BOSP Kinerja, bekerja sama dengan KGTK Maluku Utara dan Sampoerna Foundation.
“Maluku Utara saat ini memiliki 6.215 guru, terdiri dari 2.307 PNS, 1.757 PPPK, dan 2.151 guru non-ASN. Sementara melalui Program Indonesia Pintar (PIP) 2025, sebanyak 22.222 siswa SMA, SMK, dan SLB telah menerima bantuan dengan total anggaran Rp 25,8 miliar,” pungkas Abubakar. (Red)





