LENTERA MALUT — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan asal Kabupaten Pulau Talaud, Sulawesi Utara, yang dilaporkan terjatuh di perairan Pulau Jiew, Halmahera Tengah, resmi berakhir setelah tujuh hari pelaksanaan. Hingga hari terakhir pencarian, korban belum berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari Basarnas, Iwan Ramdani, menyampaikan bahwa seluruh upaya telah dilakukan secara maksimal sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, yakni selama tujuh hari.
“Tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara optimal dengan menyisir area perairan yang dicurigai sebagai lokasi jatuhnya korban. Namun hingga hari ketujuh, korban belum ditemukan,” ujarnya.
Pada hari terakhir operasi, tim SAR memperluas area pencarian menggunakan longboat hingga ke bagian selatan perairan Pulau Jiew. Pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari, namun hasilnya tetap nihil.
Meski operasi SAR telah resmi ditutup, Basarnas menyatakan tetap melakukan pemantauan. Informasi terkait ciri-ciri korban telah disebarluaskan kepada nelayan, kapal-kapal yang melintas, serta instansi yang beraktivitas di perairan Halmahera Timur dan Halmahera Tengah. Apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang.
Dengan ditutupnya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Pihak Kantor SAR Ternate menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi dan kerja sama seluruh unsur selama proses pencarian.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 WIT. Korban, Jekson Samura (50), berangkat dari Desa Pitu, Kabupaten Halmahera Utara, menuju Pulau Sail bersama seorang rekannya untuk memancing.
Pada Minggu, 15 Februari 2026, sekitar pukul 21.00 WIT, saat perjalanan kembali, korban dilaporkan terjatuh ke laut di perairan Pulau Jiew. Saat itu korban berada di buritan longboat untuk buang air kecil. Rekannya yang mengemudikan perahu baru menyadari korban tidak lagi berada di atas perahu sekitar lima menit kemudian.
Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan selama kurang lebih tiga jam, namun tidak membuahkan hasil. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor SAR Ternate untuk meminta bantuan pencarian.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR meliputi Unit Siaga SAR Halmahera Timur, Pos Polairud Halmahera Timur, Pos TNI AL Halmahera Timur, Brimob Kompi 3 Halmahera Timur, serta BPBD Kabupaten Halmahera Timur. (Red)





