LENTERA MALUT — Rektor Institut Agama Islam Negeri Ternate periode 2026–2030, Adnan Mahmud, menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan lahirnya guru besar serta penguatan riset di lingkungan kampus. Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas dalam kepemimpinannya selama empat tahun ke depan.
Adnan yang baru saja dilantik oleh Nasaruddin Umar pada Selasa (10/3/2026) menggantikan Radjiman Ismail mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk memperkuat posisi IAIN Ternate di tingkat regional maupun nasional.
“Percepatan guru besar dan penguatan riset menjadi perhatian serius kami, karena semakin banyak dosen yang meraih status profesor, maka semakin kuat pula kualitas perguruan tinggi,” ujar Adnan, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, kampus perlu menyiapkan skema yang mendorong para dosen untuk mempercepat kenaikan pangkat akademik hingga mencapai jabatan guru besar. Ia menilai hal tersebut tidak hanya berdampak pada kesejahteraan dosen secara personal, tetapi juga memperkuat reputasi lembaga.
Adnan menjelaskan, selain melanjutkan studi, dosen juga harus memusatkan perhatian pada kenaikan pangkat akademik, baik reguler maupun fungsional. Dengan demikian, proses akselerasi menuju profesor dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
“Dosen jangan sampai menunda kenaikan pangkat. Selain berdampak pada kesejahteraan pribadi, hal itu juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan lembaga,” katanya.
Di samping itu, penguatan riset juga menjadi fokus penting dalam kepemimpinannya. Ia berencana mendorong penelitian kolaboratif antara dosen IAIN Ternate dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas kontribusi akademik kampus dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Ke depan, kami akan mencari skema terbaik untuk mendorong kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Adnan juga menekankan pentingnya integrasi keilmuan di lingkungan kampus. Menurutnya, perpaduan antara ilmu keagamaan dan ilmu umum perlu terus diperkuat agar lulusan IAIN Ternate memiliki perspektif yang lebih luas dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Selain itu, ia mengapresiasi pembangunan sarana dan prasarana yang telah dilakukan pada masa kepemimpinan Rektor sebelumnya, Prof. Radjiman Ismail. Infrastruktur yang telah dibangun dinilai menjadi fondasi penting untuk mendukung penguatan akademik dan riset di masa mendatang.
“Kita tinggal melanjutkan dengan penguatan dan peningkatan agar fasilitas yang ada dapat mendukung aktivitas akademik secara maksimal,” ujarnya.
Lebih jauh, Adnan juga menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen mendorong transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi universitas. Namun proses tersebut harus tetap mengacu pada regulasi dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
“Yang terpenting adalah membangun kolaborasi bersama seluruh civitas akademika untuk memperkuat lembaga dan mempersiapkan transformasi ke depan,” pungkasnya.





