LENTERA MALUT – Transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara mencapai 2,15 juta transaksi dengan nilai total Rp301 miliar sepanjang 2025. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara mencatat ada 2.941 pengguna baru dan 19.761 merchant baru yang bergabung tahun ini.
Kepala Unit Sistem Pembayaran BI Maluku Utara, Sotaro Antonius Zebua, menyebut meski volume dan jumlah pengguna QRIS di Maluku Utara masih lebih rendah dibanding provinsi setara (peers), pertumbuhan pengguna tergolong tinggi.
“Kita berada di peringkat tiga dari delapan provinsi peers untuk pertumbuhan volume dan pengguna,” ujarn Sotaro dalam Agenda media briefing Rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) pada Senin, (11/8/2025) di ruang Maitara Kantor BI Malut
Menurutnya, implementasi QRIS memiliki tiga tahap: awareness, usage, dan quality. Saat ini, Maluku Utara berada pada tahap usage yang perlu diperluas baik dari sisi jumlah pengguna maupun transaksi sebelum menuju tahap quality.
BI menargetkan perluasan QRIS pada tiga segmen: masyarakat tanpa akun pembayaran, masyarakat yang memiliki akun tetapi belum terhubung kanal digital, serta pengguna kanal digital yang belum memakai QRIS sebagai metode pembayaran. Selain itu, perlu edukasi lebih bagi merchant dan pengguna QRIS agar memahami manfaat dan keamanan bertransaksi. (Red)





