LENTERA MALUT – Pasar smartphone kelas menengah ke bawah kembali memanas di awal tahun 2026. Dengan budget Rp 2 jutaan, konsumen kini dimanjakan oleh pilihan perangkat yang menawarkan spesifikasi “galak” yang beberapa tahun lalu hanya bisa ditemui di kelas flagship. Tren yang paling mencolok? Perang kapasitas baterai yang menyentuh angka fantastis 7000 mAh dan standarisasi layar AMOLED yang memanjakan mata.
Berikut adalah beberapa jagoan yang bertarung sengit memperebutkan dompet Anda:
Bagi gamer atau pengguna dengan mobilitas tinggi, kapasitas baterai adalah segalanya. Di sini, Tecno Pova 7 muncul sebagai raja tak terbantah. Ponsel ini menggebrak pasar dengan baterai jumbo 7000 mAh yang diklaim bisa bertahan hingga dua hari penuh pemakaian normal, didukung fast charging 45W.

Tak mau kalah, Infinix Hot 60 Pro juga menawarkan daya tahan mumpuni dengan kombinasi memori besar RAM 8GB dan ROM 256GB, menjadikannya pilihan solid di rentang harga Rp 2,5 jutaan.

Era layar kusam sudah berakhir. Di segmen 2 jutaan awal 2026, layar AMOLED dengan refresh rate tinggi (90Hz hingga 120Hz) telah menjadi standar baru.
Untuk pecinta fotografi dan pembuatan konten, Vivo Y29 menonjolkan fitur kamera AI terdepan yang menjanjikan hasil foto HD jernih. Sementara itu, Redmi Note 14 menawarkan paket lengkap dengan layar AMOLED tajam yang ideal untuk menonton film dan scrolling media sosial.


Bagi konsumen yang memprioritaskan dukungan jangka panjang dan brand image yang kuat, Samsung Galaxy A16 5G menjadi pilihan paling rasional. Meskipun mungkin spesifikasinya sedikit di bawah kompetitor Tiongkok dalam hal baterai raksasa, Samsung menjanjikan pembaruan OS yang lebih panjang, menjamin ponsel tetap relevan hingga beberapa tahun ke depan.

Pasar Android 2 jutaan di 2026 menawarkan nilai yang luar biasa bagi konsumen. Dengan pilihan yang ada, membeli ponsel berperforma tinggi dengan harga terjangkau kini bukan lagi mimpi.
