Zulfikar La Ode Menunggu Uluran di Tengah Musibah

avatar Tidak diketahui
Ayah Zulfikar La Ode, Usmas La Ode saat diwawancarai di rumah kontrakannya di RT 18 Kelurahan Kalumata Kecamatan Ternate Selatan/ Dok : LM

LENTERA MALUT – Di sebuah rumah kontrakan sederhana yang berdinding setengah bata dan beratap seng di Kelurahan Kalumata, Kota Ternate, seorang anak berusia 12 tahun hanya bisa terbaring lemah. Di ruang sempit itu, ia menunggu uluran kepedulian di tengah musibah yang mengubah seluruh hidupnya.

Musibah kecelakaan yang dialaminya empat bulan lalu bukan hanya mematahkan kakinya, tetapi juga menghentikan langkahnya menuju sekolah. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, harapan akan pemulihan kesehatan dan kelanjutan pendidikan kini bergantung pada perhatian dan kehadiran negara.

Anak tersebut adalah Zulfikar La Ode (12). Ia mengalami kecelakaan setelah tertabrak mobil saat hendak keluar rumah, tak lama setelah bangun tidur. Insiden itu terjadi di sekitar rumah kontrakan yang ia tempati bersama ayah dan adiknya yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar.

Akibat kecelakaan tersebut, Zulfikar mengalami patah kaki hingga kondisinya mengecil dan membutuhkan penanganan medis lanjutan. Hingga kini, ia hanya bisa terbaring di rumah kontrakan mereka di RT 18 Kelurahan Kalumata, tanpa aktivitas sekolah seperti teman-teman seusianya.

Kondisi memprihatinkan ini mendorong sejumlah anggota DPRD Kota Ternate turun langsung meninjau lokasi usai rapat. Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlela Syarif, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang datang langsung ke kantor DPRD.

“Kami langsung turun untuk memantau kondisi anak ini dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Dinas Pendidikan agar Zulfikar mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak,” ujarnnya Kamis, (29/1)2026)

Nela menjelaskan, Komisi III DPRD Kota Ternate bersama mitra kerja tengah berupaya memfasilitasi agar Zulfikar dapat melanjutkan pendidikannya melalui Sekolah Rakyat. Meski masih terdapat kendala teknis terkait pemindahan data administrasi ke Dapodik, pihaknya memastikan hak pendidikan Zulfikar tetap diperjuangkan.

Sejumlah bantuan darurat pun mulai disalurkan. BAZNAS memberikan bantuan sembako, sementara Dinas Sosial Kota Ternate menyalurkan matras. Petugas kesehatan dari Puskesmas Kalumata juga telah turun langsung melakukan pemeriksaan dan pendampingan medis terhadap kondisi Zulfikar.

Kondisi ekonomi keluarga Zulfikar turut menjadi perhatian. Ayahnya, La Ode Usman (65), bekerja sebagai penapis pasir dengan penghasilan yang sangat terbatas. Di sisi lain, adik Zulfikar tetap harus bersekolah, membuat Zulfikar kerap berada seorang diri di rumah.

“Orang tua sudah menyetujui rencana pemindahan ke Sekolah Rakyat, dan Dinas Sosial telah melakukan pendataan lengkap. Kami berharap Zulfikar bisa segera kembali bersekolah dan mendapatkan penanganan yang optimal,” tutup Nurlela.

Sementara itu, La Ode Usman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada DPRD Kota Ternate atas perhatian yang diberikan kepada anaknya.

“Pasir yang saya kerja ini satu-satunya mata pencaharian untuk menghidupi dua anak saya. Kalau saya pergi kerja, tidak ada yang urus anak,” ujarnya lirih.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Ternate, Burhanuddin Abdul Kadir, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan lengkap terhadap Zulfikar dan keluarganya, serta memastikan berbagai bantuan akan segera disalurkan.

“Anak ini akan kami bantu untuk masuk ke Sekolah Rakyat. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait status pendidikannya,” jelas Burhanuddin.

Ia menambahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial Provinsi juga telah turun langsung dan akan memberikan bantuan berupa kasur, selimut, serta persediaan makanan. Zulfikar juga tercatat sebagai penerima bantuan Atensi YAPI (Yatim Piatu).

Selain itu, Dinas Sosial akan melakukan verifikasi kondisi rumah dan ekonomi keluarga melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG) yang terintegrasi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Melihat kondisi rumahnya, kemungkinan keluarga ini masuk Desil 2, yang berhak menerima berbagai bantuan sosial,” pungkas Burhanuddin. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *