Ekonomi Maluku Utara Tumbuh 19,64 Persen, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

avatar Tidak diketahui
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary saat siaran pers beberapa waktu lalu / Dok : LM
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary saat siaran pers beberapa waktu lalu / Dok : LM

LENTERA MALUTPerekonomian Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan tren pertumbuhan yang mengesankan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat, ekonomi daerah pada triwulan I tahun 2026 tumbuh sebesar 19,64 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Maluku Utara, Simon Sapary, dalam rilis resminya yang dikutip Kamis (7/5/2026), menyampaikan bahwa capaian tersebut tercermin dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp37,06 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp20,12 triliun.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini didorong hampir seluruh sektor usaha, terutama industri pengolahan yang kembali menjadi tulang punggung ekonomi Maluku Utara. Sektor tersebut mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 37,09 persen.

Selain industri pengolahan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 14,70 persen, disusul perdagangan besar dan eceran yang tumbuh 14,60 persen.

Dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menjadi faktor pendorong utama dengan pertumbuhan mencapai 17,57 persen. Hal ini menunjukkan aktivitas investasi di Maluku Utara masih terus bergerak dan berkembang.

Meski mengalami pertumbuhan di berbagai sektor, struktur ekonomi Maluku Utara secara umum belum banyak berubah. Industri pengolahan masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 44,74 persen terhadap total PDRB.

Posisi kedua ditempati sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 19,63 persen, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 8,94 persen. Sementara perdagangan besar dan eceran berkontribusi 8,46 persen, serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 6,38 persen.

Secara keseluruhan, lima sektor utama tersebut menopang sekitar 88,15 persen perekonomian Maluku Utara.

Capaian ini semakin menegaskan posisi Maluku Utara sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, terutama ditopang geliat hilirisasi industri dan aktivitas investasi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *