Diserang Enam Fraksi, Nurjaya Lawan Arus Parlemen Ternate 

avatar Tidak diketahui
Gedung Kantor DPRD Kota Ternate / Dok :LM

LENTERA MALUT – Di dunia politik, “bermain aman” sering kali dianggap sebagai jalan ninja. Namun, Nurjaya Hi Ibrahim memilih jalan yang berbeda. Anggota DPRD Kota Ternate ini mendadak menjadi sorotan setelah berani menjadi “pelontar batu” di air yang tenang, mengusik dugaan praktik kotor anggaran perjalanan dinas yang disebut-sebut sudah lama mengakar dan tertutupi rapat.

Sikap Nurjaya yang “mendobrak” pintu rahasia ini tak pelak membuat rekan sejawatnya gerah. Bola panas yang ia gulirkan kini berbalik arah. Pada Rabu (29/4/2026) kemarin, suasana di gedung rakyat itu memanas setelah enam fraksi secara kompak melayangkan laporan ke Badan Kehormatan (BK).

Mereka menuding aksi Nurjaya yang membawa masalah internal ke BPK telah mencoreng marwah dan nama baik lembaga DPRD Ternate.

Enam fraksi yang “bersatu” itu adalah NasDem, Golkar, PKB, Demokrat, PDIP-Perindo, dan koalisi PPP-PAN-PBB.

Sementara itu, pemandangan berbeda datang dari Fraksi Gerindra yang memilih untuk menarik diri dan tidak ikut menandatangani laporan tersebut. Namun, bukannya ciut nyali karena dikeroyok banyak pihak, Nurjaya justru makin kencang.

Lewat tim kuasa hukumnya, ia memberi sinyal bahwa ada dugaan tindak pidana serius di balik perjalanan dinas fiktif yang ia temukan. Berkas-berkas bukti kini tengah dirampungkan untuk kemudian diledakkan dalam bentuk laporan resmi ke pihak berwajib.

Ketua BK DPRD Kota Ternate, Mochtar Bian, menyatakan pihaknya akan bergerak sesuai prosedur. “Kami kaji dulu, setelah itu kita minta keterangan. Ada tahapan-tahapan sesuai tata beracara,” pungkasnya dengan nada hati-hati.

Kini, publik Ternate tengah menahan napas. Apakah ini murni upaya “bersih-bersih” parlemen dari korupsi, ataukah sekadar drama politik di tengah persaingan kursi? Satu yang pasti, keberanian Nurjaya telah membuka kotak pandora yang selama ini terkunci rapat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *