Daftar 7 Daerah Ekspor Terbesar di Indonesia, Maluku Utara Bikin Melongo

avatar Tidak diketahui
Aktifitas para pekerja tambang yang berada di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Desa Lelilef, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, / Dok : Antara

LENTERA MALUT – Peta kekuatan ekonomi Indonesia semakin menarik untuk disimak. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Mei 2026, arus ekspor Indonesia terus menunjukkan geliat positif. Meskipun Pulau Jawa masih mendominasi lewat industri manufaktur, “raksasa baru” dari wilayah timur Indonesia mulai menunjukkan trennya berkat hilirisasi tambang.

Berikut adalah rincian 7 daerah penguasa ekspor Indonesia di awal tahun 2026 yang wajib Anda ketahui:

1. Jawa Barat: Sang “Raja” Manufaktur (US$ 6,45 Miliar).

Jawa Barat belum tergoyahkan di posisi puncak. Sebagai pusat industri otomotif dan elektronik, provinsi ini menyumbang lebih dari 14% total ekspor nasional. Produk mesin, komponen kendaraan, hingga tekstil menjadi senjata utama yang dikirim ke pasar Amerika Serikat dan ASEAN.

2. Sulawesi Tengah: Kekuatan Nikel yang Meledak (US$ 4,03 Miliar)

Inilah “bintang baru” ekonomi Indonesia. Berkat hilirisasi nikel di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah kokoh di posisi kedua. Transformasi dari ekspor bijih mentah menjadi produk olahan besi dan baja telah mendongkrak nilai tambah yang luar biasa bagi pendapatan daerah.

3. Kepulauan Riau: Gerbang Elektronik Dunia (US$ 3,85 Miliar)

Posisi strategis Batam dan sekitarnya membuat Kepulauan Riau terus menjadi pemain kunci. Fokus pada industri perakitan elektronik dan mesin-mesin canggih, provinsi ini menjadi tulang punggung ekspor Indonesia untuk pasar Singapura dan Tiongkok.

4. Maluku Utara: Lonjakan Fantastis dari Timur (US$ 3,82 Miliar)

Hanya dalam waktu singkat, Maluku Utara merangsek ke papan atas. Pada triwulan I-2026, daerah ini mencatat pertumbuhan yang signifikan berkat produksi feronikel dan bahan baku baterai kendaraan listrik yang permintaannya sedang tinggi secara global.

5. Jawa Timur: Mesin Pengolahan yang Stabil (US$ 3,84 Miliar)

Jawa Timur membuktikan ketangguhannya melalui diversifikasi produk. Mulai dari emas dan perhiasan, olahan tembakau, hingga produk makanan dan minuman, provinsi ini memiliki basis pasar yang sangat luas, mulai dari Jepang hingga Eropa.

6. Banten: Jawara Besi dan Baja (US$ 2,99 Miliar)

Dengan industri berat yang berpusat di Cilegon, Banten tetap menjadi pemain utama dalam ekspor logam dasar. Produk besi dan baja Banten sangat diminati untuk proyek-proyek infrastruktur di negara-negara berkembang Asia dan Timur Tengah.

7. Riau: Benteng Pertahanan “Emas Hijau” (US$ 1,85 Miliar)

Riau tetap menjadi andalan Indonesia dalam sektor perkebunan. Meskipun harga komoditas global fluktuatif, ekspor Minyak Sawit (CPO) dan produk turunannya, serta industri kertas (pulp), tetap memberikan kontribusi devisa yang signifikan bagi negara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *