LENTERA MALUT – Amin Amrulloh kini resmi menakhodai PT Pelni Cabang Ternate. Pria asal Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini bukan orang baru di dunia maritim. Ia telah mengabdikan dirinya di PT Pelni selama 26 tahun dan memulai kariernya dari titik nol sejak tahun 2000.
Amin Amrulloh hadir menggantikan posisi Lutfi Israr. Manajemen PT Pelni memindahkan tugas Lutfi Israr untuk memimpin Pelni Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara.
Awal Karier dan Pengalaman di Laut
Lulusan STM jurusan Elektro ini mengawali perjalanannya sebagai perwira radio setelah menyelesaikan pendidikan profesi di Jogja. Selama lima tahun pertama (2000–2005), Amin menghabiskan waktunya mengarungi lautan di atas berbagai kapal barang dan penumpang milik Pelni.
Ia mencatat pengalaman bertugas di kapal tipe 1 KM Irimawa, serta kapal kargo Caraka 3-3-2 yang melayani rute internasional meliputi Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Amin juga sempat mengawal operasi KM Ikaguri dan kapal penumpang KM Rinjani, sebelum PT Pelni menyerahkan kapal Rinjani kepada Angkatan Laut pada tahun 2005. Ia menutup pengalaman lautnya saat menjadi perwira pengganti di KM Leuser dan KM Lawit.
Transisi ke Darat dan Pendidikan
Pada tahun 2005, manajemen menarik Amin ke kantor pusat Jakarta untuk memperkuat Divisi Nautika yang menangani administrasi kenavigasian. Sembari bekerja, ia tetap mengutamakan pendidikan hingga berhasil meraih gelar S1 Teknik Elektro di Universitas 17 Agustus Jakarta pada tahun 2010 melalui program kuliah Sabtu-Minggu.
Kariernya di kantor pusat terus menanjak. Ia melewati berbagai posisi mulai dari Divisi Pengadaan hingga menduduki jabatan sebagai Manajer Sertifikasi Kapal sampai tahun 2022.
Rekam Jejak Kepemimpinan Cabang
Sebelum menginjakkan kaki di Ternate, Amin Amrulloh telah malang melintang memimpin berbagai kantor cabang Pelni di Indonesia, antara lain:
- Kepala Cabang Pare-pare (tahun 2022, selama 8 bulan).
- Kepala Cabang Balikpapan (selama 1 tahun).
- Kepala Cabang Biak (Agustus 2024 – 2026).
- Kepala Cabang Pelni Ternate (Agustus 2026- sekarang)
Kini, dengan sisa masa bakti sekitar 10 tahun sebelum memasuki masa pensiun di usia 57 tahun, Amin membawa segudang pengalaman teknis dan manajerialnya demi memajukan pelayanan Pelni di Maluku Utara. “Secara karier Kacap (Kepala Cabang), ini adalah tempat keempat saya setelah Pare-pare, Balikpapan, dan Biak,” ujarnya saat menyapa wartawan di meja kerjanya. (Red)

Komentar