LENTERA MALUT – Produk unggulan UMKM Maluku Utara mendapat kesempatan memperluas pasar melalui ajang The 13th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
Dalam pameran ekonomi dan keuangan syariah berskala nasional tersebut, sejumlah pelaku usaha lokal mempromosikan produk halal, olahan rempah, pangan khas daerah, hingga fesyen berbasis keberlanjutan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara, Fadhil Muhammad, menjelaskan bahwa Kantor Perwakilan BI Maluku Utara mendorong promosi produk lokal agar pelaku UMKM mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing.
BI Malut menghadirkan sejumlah UMKM unggulan dalam rangkaian kegiatan ISEF 2026. Pada sektor makanan halal, BI mempromosikan Cokelat Sulamina dari PT Bumi Enterprises melalui kegiatan GEMA HALAL–Halal Mart dan JAWARA EKSPOR. Produk tersebut telah melalui proses kurasi dan memiliki potensi untuk menembus pasar ekspor.
“BI Malut juga memfasilitasi dua UMKM anggota IKRA 2026, yakni Kagounga dan Ne Gam Macahaya, untuk mengikuti Exhibition Halal Food Business-to-Consumer (B2C),”sebut Fadhil dalam siaran pers yang diterima lenteramalut.com pada Sabtu, (17/10/2026).
Ne Gam Macahaya memperkenalkan produk olahan teh yang memadukan rempah-rempah khas Ternate. Sementara itu, Kagounga membawa produk popeda instan sebagai salah satu pangan khas Maluku Utara yang berpotensi menjangkau pasar lebih luas.
Kagounga bahkan berhasil masuk dalam 10 besar UMKM IKRA setelah melalui seleksi Islamic Chef & Culinary of Indonesia (ICCI). Capaian tersebut membuka jalan bagi Kagounga untuk mengikuti kompetisi Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) pada kategori Produk UMKM IKRA.
Dalam kompetisi itu, Kagounga mempresentasikan produknya melalui video dan pemaparan langsung di hadapan lebih dari 10 juri internasional dari berbagai negara. Kagounga juga dijadwalkan tampil sebagai narasumber dalam talkshow IN2HCC bertajuk “Optimalisasi Produk dan Pasar Kuliner Halal Berbasis Inovasi”.
Partisipasi tersebut memperlihatkan peluang produk UMKM Maluku Utara untuk memperkuat posisi di industri halal. Selain memperkenalkan produk kepada konsumen, kegiatan ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring dan menjajaki pasar baru.
Angkat Fesyen dan Karya Penenun Tidore
Selain sektor makanan halal, BI Maluku Utara turut mendorong promosi produk fesyen lokal melalui Putadino Kayangan dalam pameran IN2MOTIONFEST x JMFW.
Putadino Kayangan membawa karya penenun Kota Tidore Kepulauan yang memanfaatkan limbah alam dan mengusung prinsip keberlanjutan. Produk tersebut tidak hanya tampil dalam pameran, tetapi juga terpilih untuk memperagakan karya unggulan dalam Parade Fashion Show IN2MOTIONFEST x JMFW.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Putadino Kayangan berpeluang memperluas eksposur produk, menjangkau pasar yang lebih luas, serta membangun kemitraan strategis melalui agenda business matching.
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah
ISEF 2026 tidak hanya menghadirkan promosi produk UMKM, tetapi juga mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Bank Indonesia menggelar ISEF ke-13 dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo membuka kegiatan tersebut di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 14 Oktober 2026.
Dalam ajang ini, Bank Indonesia meluncurkan tiga program unggulan. Program tersebut meliputi Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC) untuk memperkuat integritas dan efisiensi pasar keuangan syariah, pembaruan Zakat Core Principles (ZCP) untuk memperkuat tata kelola zakat, serta program beasiswa internasional melalui dana sosial syariah.
BI Maluku Utara juga mendorong penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui partisipasi Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Maluku Utara dan perwakilan Pesantren Digital Maluku Utara dalam Silaturahmi Pesantren dan Forum Bisnis Pesantren.
Selain itu, BI Maluku Utara bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Maluku Utara mengikuti Forum Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Pusat dan Daerah untuk memperkuat koordinasi serta kolaborasi pengembangan ekonomi syariah.
Melalui partisipasi dalam ISEF 2026, BI Maluku Utara mendorong pelaku UMKM, pesantren, dan pengembang produk lokal untuk memanfaatkan peluang kolaborasi serta memperluas akses pasar. Upaya tersebut diharapkan memperkuat daya saing produk unggulan daerah dan membuka peluang bagi produk Maluku Utara untuk menembus pasar nasional maupun global. (Red)

Komentar