LENTERA MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) berhasil membawa daerah ini masuk tiga besar nasional dalam pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP) 2025 jenjang pendidikan menengah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menempatkan Maluku Utara di peringkat ketiga nasional, tepat di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Selatan.
Capaian tersebut menunjukkan keseriusan Maluku Utara dalam membangun sektor pendidikan, sekaligus membuktikan daerah kepulauan juga mampu bersaing dengan provinsi-provinsi besar di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengaku langsung mencari tahu setelah menerima undangan bertajuk “Apresiasi PIP” dari kementerian.
“Saya langsung menghubungi Pak Mukti, penanggung jawab Program Indonesia Pintar di kementerian,” kata Abubakar dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (26/5/2026).
Abubakar kemudian mengetahui kementerian melakukan penilaian secara objektif melalui tiga indikator utama.
Kementerian memberikan bobot 20 persen pada pemanfaatan sistem. Tim penilai memeriksa tingkat penggunaan aplikasi Sipintar oleh dinas pendidikan dan satuan pendidikan.
Kementerian juga memberikan bobot terbesar, yakni 60 persen, pada aspek pengelolaan. Tim penilai mengevaluasi kualitas data PIP, proses aktivasi rekening penerima bantuan, pengunduhan data KIP Digital, serta kecepatan aktivasi rekening siswa penerima PIP.
Selain itu, kementerian memberikan bobot 20 persen pada pelaporan dan konfirmasi. Tim penilai memeriksa konfirmasi status rekening PIP dan pengisian survei terhadap rekening yang belum aktif.

Abubakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai Dikbud Maluku Utara, para kepala sekolah, dan Bank BNI sebagai bank penyalur PIP tingkat sekolah menengah.
Ia juga mengenang perjuangan panjang para pegawai yang bekerja di balik capaian tersebut. Abubakar secara khusus menyebut tiga pegawai yang menurutnya bekerja sangat keras, yakni Ana, Lela, dan Purnomo.
“Saya bahkan sempat meneteskan air mata ketika mengingat perjalanan selama satu tahun terakhir,” ujarnya.
Abubakar mengatakan ketiga pegawai itu tetap bertahan meski sering menerima teguran dan tekanan selama menjalankan tugas. Mereka terus menyelesaikan pekerjaan hingga seluruh tanggung jawab berjalan dengan baik.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para kepala sekolah pengelola PIP yang terus memastikan siswa tetap menerima hak pendidikan mereka.
“Penghargaan ini bukan milik saya pribadi. Penghargaan ini milik teman-teman di dinas dan para kepala sekolah yang bekerja dalam senyap,” katanya.
Panitia menggelar malam penghargaan di lobi utama Kantor Kementerian Pendidikan pada 25 Mei 2026. Panitia menghiasi lokasi acara dengan cahaya lampu dan dekorasi megah bertema “Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2026”.
Sejumlah pejabat penting menghadiri acara tersebut, mulai dari Staf Khusus Presiden, Menteri Pendidikan, Wakil Menteri, pejabat kementerian, gubernur, bupati, wali kota, kepala dinas pendidikan, hingga guru-guru berprestasi dari seluruh Indonesia.
Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Maluku Utara dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan hak siswa untuk memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik. (Red)






