LENTERA MALUT – Tak ingin kepemimpinan sekolah berjalan tanpa arah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara langsung “menggembleng” para kepala sekolah yang baru dilantik dengan pembekalan intensif. Langkah ini menjadi penegasan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan kunci utama dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Sebanyak 27 kepala sekolah yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara langsung mengikuti orientasi dan pendalaman tugas yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat.
Puluhan kepala SMA, SMK, dan SLB tersebut mengikuti pembekalan usai dilantik berdasarkan Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor: 800.1.3.3/KEP/KEPSEK/001/IV/2026.
Kegiatan dipusatkan di Auditorium Ki Hajar Dewantoro, lantai 2 Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Sofifi, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan para kepala sekolah.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Ramli Kamaludin, menjelaskan orientasi ini bertujuan memberikan pembekalan menyeluruh, mulai dari manajemen sekolah, pengelolaan anggaran, hingga mekanisme pertanggungjawaban keuangan.
“Ini penting agar para kepala sekolah memiliki pemahaman yang utuh sejak awal menjabat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan narasumber lintas instansi, di antaranya Kantor KGTK Maluku Utara, Inspektorat, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta jajaran Dikbud.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menegaskan kepala sekolah harus menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan.
Ia menekankan pentingnya kesiapan awal sebelum menjalankan tugas, termasuk penguasaan data dasar seperti rapor pendidikan, kondisi keuangan sekolah, serta sistem manajemen yang berjalan.
“Data awal ini menjadi pijakan untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun langkah strategis ke depan,” kata Abubakar.
Menurutnya, proses pengangkatan kepala sekolah kini semakin mengarah pada sistem merit, sehingga para pejabat yang dilantik dinilai memiliki kompetensi dan kapasitas kepemimpinan yang memadai.
“Karena itu, kita harus optimistis mewujudkan target bersama, yakni menghadirkan sekolah bermutu untuk semua,” tandasnya. (Red)





