LENTERA MALUT – Upaya pencarian intensif terhadap seorang pemuda asal Halmahera Utara yang hilang misterius akibat terseret ombak ganas di Pantai Desa Bido, Kabupaten Pulau Morotai, akhirnya membuahkan hasil tragis. Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Peristiwa memilukan tersebut bermula saat korban bersama dua orang rekannya tergulung ombak besar di pantai tersebut. Beruntung, kedua temannya berhasil menyelamatkan diri, sementara korban hilang tertelan arus.
Komandan Pos Unit Siaga SAR Morotai, M. Rizal, menjelaskan bahwa operasi pencarian hari kedua langsung digenjot sejak pagi hari pukul 07.00 WIT. Setelah melakukan brifing taktis, tim gabungan bergegas menyisir area perairan sekitar pukul 07.15 WIT dengan mengandalkan perahu longboat milik masyarakat setempat.
Tak butuh waktu lama, tepat pada pukul 08.15 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil mendeteksi keberadaan jasad korban mengapung di titik koordinat 02°16’58.77”N / 128°38’39.49”E, atau berjarak sekitar 200 meter dari bibir Pantai Desa Bido. Tim evakuasi langsung bergerak cepat melarikan jenazah korban ke rumah duka untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu.
Berdasarkan data resmi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, total korban dalam musibah ini berjumlah tiga orang yang semuanya merupakan warga Desa Meti, Kabupaten Halmahera Utara. Dua korban selamat teridentifikasi sebagai Kristan Bilangua (16) dan Kristovel Fredik Bilangua (20). Sementara itu, korban yang ditemukan meninggal dunia diketahui bernama Jeit Oga (21).
Dengan ditemukannya jasad Jeit Oga, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh unsur kemanusiaan yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan apresiasi tinggi.
M. Rizal menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Bido dan masyarakat setempat. Berkat peran aktif dan sinergi mereka yang luar biasa di lapangan, korban berhasil dievakuasi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam sejak pertama kali dilaporkan hilang.
Keberhasilan evakuasi kilat ini merupakan buah kerja keras tim terpadu yang melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Morotai, TNI AL, Polairud, BPBD Kabupaten Pulau Morotai, Pemerintah Desa Bido, Bhabinkamtibmas, Babinsa setempat, serta dibantu penuh oleh masyarakat dan keluarga korban. (Red)

Komentar