PELNI Catat 5,1 Juta Penumpang Sepanjang 2025

Unknown's avatar
Suasana keberangkatan penumpang Kapal Pelni di Pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate / Dok : LM

LENTERA MALUT – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menutup tahun 2025 dengan catatan positif. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sebanyak 5.154.080 penumpang tercatat telah berlayar menggunakan kapal PELNI di seluruh rute nasional. Angka ini melampaui capaian tahun 2024 dan setara 101,15 persen dari realisasi tahun sebelumnya.

Kepala Cabang PELNI Ternate, Lutfi Israr, dalam keterangan pers yang diterima media ini, Rabu (7/1/2026), menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penumpang tersebut menunjukkan tren kepercayaan publik yang kian menguat terhadap transportasi laut nasional.

“Pada tahun 2024 jumlah penumpang tercatat sebanyak 5.095.483 orang. Sementara di 2025 meningkat menjadi 5.154.080 penumpang atau naik 101,15 persen,” ungkap Lutfi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Cabang PELNI Papua.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi PELNI dalam meningkatkan kualitas layanan, kesiapan armada, serta pengelolaan operasional yang semakin optimal sepanjang 2025.

“Ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan PELNI, sekaligus hasil dari upaya peningkatan pelayanan yang kami lakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Secara rinci, jumlah penumpang kapal penumpang PELNI pada 2025 mencapai 4.472.918 orang, atau setara 109,10 persen dari target anggaran sebesar 4,1 juta penumpang. Sementara kapal perintis melayani 681.162 penumpang, melampaui target anggaran 652.417 penumpang atau setara 104,41 persen.

“Total penumpang yang melampaui 5,1 juta orang ini menegaskan bahwa PELNI masih menjadi tulang punggung mobilitas antarpulau bagi masyarakat Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan kepada PELNI,” terang Lutfi.

Peran strategis PELNI dalam pemerataan akses transportasi, khususnya di wilayah tengah dan timur Indonesia, juga tercermin dari sebaran penumpang sepanjang 2025. Wilayah tengah mendominasi dengan 47,2 persen atau 2.109.876 penumpang, disusul wilayah timur sebesar 29,4 persen atau 1.317.237 penumpang.

Capaian ini sekaligus menegaskan kontribusi PELNI dalam menghubungkan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3TP), serta memperkuat konektivitas antarpulau di seluruh Nusantara.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar transportasi laut yang kami sediakan semakin aman, nyaman, dan terjangkau. PELNI akan terus mendukung konektivitas nasional, pemerataan akses wilayah terpencil, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Lutfi.

Ruas Pelayaran Terpadat 2025:

  1. Belawan – Batam: 131.369 penumpang
  2. Batam – Belawan: 124.143 penumpang
  3. Makassar – Bau-Bau: 81.818 penumpang
  4. Bau-Bau – Makassar: 71.192 penumpang
  5. Batam – Tanjung Priok: 56.405 penumpang

Pelabuhan Keberangkatan Terpadat:

  1. Makassar: 382.982 penumpang
  2. Ambon: 290.242 penumpang
  3. Bau-Bau: 263.297 penumpang
  4. Surabaya: 226.257 penumpang
  5. Tanjung Priok: 207.631 penumpang

Pelabuhan Kedatangan Terpadat:

  1. Makassar: 385.457 penumpang
  2. Ambon: 284.174 penumpang
  3. Bau-Bau: 260.539 penumpang
  4. Surabaya: 252.311 penumpang
  5. Tanjung Priok: 214.857 penumpang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *