LENTERA MALUT – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan Mufti Besar Kesultanan Moloku Kie Raha, Abuya Al Habib Abubakar bin Hasan Al-Attas Az-Zabidi, dengan menggelar kegiatan donor darah massal di kediamannya di Ternate, Jumat malam (6/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan usai salat tarawih tersebut diikuti oleh sejumlah jamaah dan masyarakat yang secara sukarela mendonorkan darahnya. Tenaga medis dari RSUD Chasan Boesoirie Ternate turut hadir untuk melayani para pendonor di majelis yang dipimpin Habib Abubakar.
Di sela-sela kesibukannya menerima sejumlah tamu, Habib Abubakar menyambut awak media dengan hangat dan penuh senyuman. Ia menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga bulan sekali.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan di Ternate, tetapi juga dilakukan oleh jaringan majelis taklim yang berada di beberapa daerah lain seperti Sulawesi Selatan, Palu, Gorontalo, hingga Depok. “Ini rutin setiap tiga bulan sekali karena kebutuhan darah di setiap daerah selalu ada,” ujarnya.
Habib Abubakar menegaskan bahwa kegiatan donor darah tersebut terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang latar belakang. Warga Kota Ternate maupun pendatang dipersilakan untuk ikut berpartisipasi selama dalam kondisi sehat.
“Siapa saja boleh ikut donor darah. Warga Ternate, warga pendatang, bahkan tamu yang sedang transit dan menginap di hotel jika ingin menyumbang darah juga dipersilakan, selama kondisinya sehat,” katanya.
Ia menambahkan, tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah menumbuhkan semangat kemanusiaan dan persaudaraan. Pasalnya, darah yang didonorkan sangat dibutuhkan oleh pasien di rumah sakit. “Donor darah ini untuk kemanusiaan dan persaudaraan, karena darah yang kita sumbangkan bisa dibutuhkan oleh siapa saja,” jelasnya.
Habib Abubakar juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak membedakan agama. Siapa pun yang membutuhkan darah tetap akan dibantu. “Donor darah ini tidak pilih kasih. Jika ada non-Muslim yang membutuhkan, tentu tetap kita bantu,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan donor darah dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan tenaga medis agar kebutuhan darah bagi masyarakat dapat terpenuhi.
Habib Abubakar mengungkapkan bahwa gerakan donor darah ini telah ia jalankan sejak sekitar 15 tahun lalu. Selama lebih dari 45 tahun berdakwah di Ternate, ia pernah merasakan sulitnya berkomunikasi dengan tenaga medis terkait kebutuhan darah.
Namun kini, menurutnya, banyak dokter yang mulai mendukung dan terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, termasuk Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate, dr Alwia Assegaf bersama sejumlah dokter lainnya.
Dengan dukungan tersebut, ia berharap gerakan donor darah ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi demi membantu sesama yang membutuhkan. (Red)





