LENTERA MALUT — Estimasi dua ton jagung manis super berhasil dipanen dari lahan seluas 2 hektare milik SMK Negeri 4 Kota Tidore Kepulauan di Desa Tayawi. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan program “SMK Menanam” yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan daerah.
Proses panen raya pada Ahad (26/4/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, dengan didampingi Asisten I Kadri Laetje dan Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah.
Program ini merupakan pengejawantahan komitmen Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam mengoptimalkan peran 151 SMK di Maluku Utara, di mana 21 sekolah di antaranya kini fokus mengelola jurusan Agronomi Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengungkapkan bahwa hasil panen ini membuktikan pendidikan vokasi berbasis praktik mampu menghasilkan nilai ekonomi yang nyata.
“Alhamdulillah, tiga bulan lalu kami bersama Pak Wagub melakukan penanaman, dan hari ini kita panen bersama. Hasilnya tidak hanya menjadi media belajar siswa, tapi sebagian sudah memiliki pasar karena telah dipesan sebelumnya,” ujar pria yang akrab disapa Aka tersebut.
Ia menambahkan, gerakan ini dilakukan secara bertahap dengan pola tanam bergilir di berbagai wilayah, termasuk Halmahera Timur, guna memastikan hasil panen berkelanjutan. Selain untuk ketahanan pangan, program ini diharapkan menjadi sarana peningkatan kompetensi dan keterampilan siswa di bidang pertanian modern. (Red)





