Hormati Jasa Sultan Mudaffar Sjah, Jalan Pemuda Ternate Bakal Berganti Nama

avatar Tidak diketahui
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Ternate, Junaidi A Bahruddin saat dikonfirmasi wartawan di Kalumata / Dok : LM

JunLENTERA MALUT – Kawasan inti budaya Ternate akan diperketat status perlindungannya. Dalam pembahasan Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terbaru antara DPRD dan Kesultanan Ternate, muncul usulan bersejarah untuk mengganti nama Jalan Pemuda menjadi Jalan Sultan Haji Mudaffar Sjah.

Ketua Pansus RTRW, Junaidi A. Bahrudin, menyebutkan bahwa Wali Kota Ternate secara lisan telah menyetujui usulan perubahan nama jalan dari depan Lapangan Salero hingga SMP Negeri 2 tersebut. “Tinggal secara administratif dilengkapi pengusulannya, kemudian diterbitkan SK,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Selain perubahan nama jalan, rencana besar tata ruang ini juga menekankan poin-poin krusial berikut:

  • Pembatasan Tinggi Bangunan: Gedung di sekitar Kedaton dan Masjid Kesultanan dilarang lebih tinggi dari bangunan sejarah tersebut guna menjaga estetika dan marwah situs.
  • Revitalisasi Cagar Budaya: Penataan ulang kawasan Bululu Madehe Dodoku Capita Ali yang kini padat pertokoan agar dikembalikan fungsinya sebagai ruang budaya.
  • Zona Perlindungan Ketat: Penetapan Kampung Soasio, Dodoku Ali, dan wilayah “Kampung Tua” lainnya sebagai zona terlarang untuk bangunan bertingkat atau alih fungsi perdagangan.
  • Kampung Adat & Bahasa: Mendorong wilayah seperti Tubo menjadi Kampung Adat resmi serta mengintervensi kebijakan daerah agar lebih mengutamakan kearifan lokal, termasuk penggunaan Bahasa Ternate.

Tak hanya Sultan Mudaffar Sjah, nama-nama tokoh besar seperti mendiang Burhan Abdurahman dan Syamsir Andili juga tengah dipertimbangkan untuk diabadikan sebagai nama ruas jalan di Ternate sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *