LENTERA MALUT — Suasana haru dan bangga menyelimuti Ballroom Bella Hotel Ternate, Rabu (6/5/2026). Universitas Terbuka (UT) Ternate secara resmi melepas 337 lulusan dalam prosesi wisuda yang berlangsung khidmat. Momen ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi penanda keberhasilan para mahasiswa yang menuntaskan pendidikan di tengah berbagai keterbatasan.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka yang diwakili Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., menegaskan bahwa wisuda bukan hanya tentang gelar, melainkan tentang perjalanan panjang penuh perjuangan.
“Wisuda hari ini bukan sekadar toga atau ijazah. Di balik setiap nama, ada kisah perjuangan—berjuang di tengah tuntutan kerja, keluarga, bahkan keterbatasan. Banyak yang hampir menyerah, namun memilih bertahan,” ujarnya.
Sebanyak 337 wisudawan tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Diploma, Sarjana hingga Pascasarjana, yang tersebar di sejumlah fakultas seperti FKIP, FEB, FHISIP, FST, serta Program Pascasarjana.
Menurutnya, sistem pembelajaran di Universitas Terbuka telah membentuk lulusan yang tangguh dan mandiri. Para alumni tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga pengalaman hidup yang membentuk karakter kuat.
“Jadilah lulusan yang menerangi, bukan meninggikan diri. Gunakan ilmu untuk mengabdi, bukan sekadar meraih kepentingan pribadi. Bangun Maluku Utara dengan pengetahuan, dan bangun Indonesia dengan integritas,” pesannya.
Momen penuh haru juga terasa saat pihak kampus memberikan penghormatan kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang dinilai menjadi pilar utama keberhasilan mahasiswa.
Sebagai penutup, disampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Sebuah pantun pun dipersembahkan, menambah suasana hangat di tengah prosesi:
“Mentari pagi menyapa Gamalama,
Angin laut berbisik penuh doa;
Hari ini toga jadi saksi utama,
Perjuangan panjang berbuah wisuda.”
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi terus mendorong peningkatan akses pendidikan melalui program beasiswa yang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk UT Ternate.
Ia menjelaskan, program beasiswa tersebut diperuntukkan bagi masyarakat dengan kategori sosial desil 1 hingga 5. Namun, pada tahun sebelumnya, kuota yang disediakan belum sepenuhnya terserap.
“Tahun lalu kuota beasiswa belum terpakai semua karena faktor status penerima. Tahun ini kami kembali membuka sekitar 1.000 kuota, setelah sebelumnya berkisar 700 penerima,” ujarnya.
Pemprov berharap koordinasi antara Dinas Pendidikan dan perguruan tinggi dapat ditingkatkan agar penyaluran beasiswa lebih optimal, termasuk penjaringan calon penerima sejak tingkat SMA.
Sarbin juga menyampaikan apresiasi kepada UT Ternate atas kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Ia berharap para lulusan mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“Pertumbuhan ekonomi dan indeks kebahagiaan kita tergolong baik, namun tingkat kesejahteraan masih perlu ditingkatkan. Karena itu, peran para alumni sangat penting untuk ikut membangun daerah ini sesuai bidang keilmuan masing-masing,” pungkasnya.
Dengan kelulusan ratusan mahasiswa ini, UT Ternate kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi bagi masa depan Maluku Utara dan Indonesia. (Red)





