LENTERA MALUT – Anggota DPRD Kota Ternate dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kecamatan Ternate Selatan dan Pulau Moti, Ridwan AR menggelar reses masa persidangan II tahun 2026 di Caffe D’Boss Ternate, Rabu (13/5/2026) malam. Kegiatan tersebut tetap berlangsung lancar meski sempat diguyur hujan deras.
Reses itu dihadiri warga Kelurahan Mangga Dua Utara, mulai dari perwakilan pemuda, tokoh masyarakat, Ketua RT, hingga Lurah Mangga Dua Utara.
Moderator kegiatan, Faisal Husian, menegaskan bahwa agenda reses menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
“Melalui reses ini, masyarakat bisa menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang nantinya akan diperjuangkan di DPRD Kota Ternate,” ujar Faisal.
Sementara itu, Yosman Marsaoly mengatakan, kegiatan reses sangat membantu masyarakat dalam menyampaikan usulan yang selama ini belum terealisasi.
Ia mengungkapkan, anggaran Kelurahan Mangga Dua Utara mengalami penurunan drastis akibat efisiensi anggaran pemerintah, dari Rp200 juta menjadi Rp91 juta. Karena itu, pihak kelurahan berharap sejumlah usulan masyarakat dapat diperjuangkan melalui DPRD.
“Kami berharap aspirasi masyarakat yang belum terealisasi melalui pemerintah bisa diperjuangkan oleh perwakilan kami di DPRD, yakni Pak Ridwan,” katanya.
Yosman juga mengapresiasi Ridwan AR yang dinilai aktif memperjuangkan aspirasi warga melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Salah satu program yang segera direalisasikan ialah pembangunan menara Masjid Darul Fallah Kelapa Pendek.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan AR menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda tatap muka, tetapi menjadi wadah untuk menyerap kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ia mengaku selama enam hari pelaksanaan reses di 17 kelurahan wilayah Dapil Ternate Selatan dan Moti, dirinya banyak menerima aspirasi terkait persoalan pasar, infrastruktur lingkungan, hingga kebutuhan fasilitas umum.
“Saya dipilih oleh masyarakat, sehingga sudah menjadi kewajiban saya untuk memperjuangkan kebutuhan warga di DPRD,” ujar Ridwan.
Politisi PAN itu juga menyoroti keluhan warga RT 04 dan RT 06 Mangga Dua Utara terkait kondisi infrastruktur jalan lingkungan yang dinilai sudah rusak parah dan membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Menurut Ridwan, warga RT 06 mengeluhkan kondisi jalan yang sudah lama rusak dan kerap disuarakan dalam Musrenbang, namun hingga kini belum terealisasi.
“Masyarakat berharap pemerintah benar-benar melihat kondisi jalan yang selama ini sudah diusulkan dalam Musrenbang agar bisa direalisasikan tahun depan,” katanya.
Selain itu, warga RT 04 juga meminta perhatian pemerintah terhadap Jalan Ketapang yang menjadi akses utama masyarakat menuju rumah ibadah. Warga menilai kondisi jalan tersebut sudah tidak layak dilalui dan membutuhkan perbaikan segera.
Ridwan menyebut, aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur lingkungan akan terus dikawal agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ternate yang telah merealisasikan sejumlah usulan masyarakat, termasuk program rehabilitasi fasilitas keagamaan yang selama lima tahun diperjuangkan warga melalui Musrenbang.
“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena sudah mendengar keluhan masyarakat dan merealisasikan beberapa aspirasi warga,” ujarnya.
Selain persoalan pembangunan, Ridwan turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama isu-isu yang menyerang lembaga DPRD.
Menurutnya, anggota DPRD tetap berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing meski diterpa berbagai isu miring.
“Kami tetap tegak lurus dan amanah terhadap aspirasi masyarakat. Kami tidak menyerah dan tidak terusik dengan isu-isu miring. Bagi kami, bekerja untuk rakyat adalah harga mati dan aspirasi masyarakat adalah harga diri,” tegas Ridwan.
Di akhir kegiatan, Sekretaris Pemuda Mangga Dua, Abi menyampaikan keluhan terkait armada pengangkut sampah di wilayah Mangga Dua Utara yang dinilai tidak maksimal beroperasi.
Menurutnya, banyak gang kecil di wilayah tersebut belum terjangkau layanan pengangkutan sampah, sementara di kelurahan lain armada sampah terlihat lebih aktif beroperasi. (Red)






