Expo Robotik Bangkitkan Inovasi Pelajar Maluku Utara

avatar Tidak diketahui
Para pelajar mempresentasikan hasil kary di hadapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara / Istimewa

LENTERA MALUT – SMA Negeri 2 Ternate kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul di bidang sains dan teknologi melalui Pameran Expo dan Camp Robotik 2026, yang digelar di halaman sekolah, Senin (18/5/2026).

Mengusung tema “Inovasi Robotik untuk Pendidikan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan”, kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta keterampilan teknologi di era digital.

Program tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang mendorong generasi muda Maluku Utara agar melek teknologi digital dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa perkembangan teknologi robotik dan otomatisasi kini telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia.

“Kita menyaksikan bagaimana teknologi berkembang sangat cepat, mulai dari drone tanpa awak hingga sistem otomatis yang kini menangani layanan publik di kota-kota besar. Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi sudah mengubah cara manusia bekerja,” ujar Abubakar dalam sambutannya.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang besar bagi dunia pendidikan. Di tengah hilangnya sejumlah pekerjaan konvensional, muncul profesi-profesi baru yang menuntut penguasaan teknologi, robotik, kecerdasan buatan, hingga pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Abubakar pun mengapresiasi langkah SMA Negeri 2 Ternate yang dinilai berani menghadirkan kompetisi robotik sebagai terobosan pendidikan masa depan.

“Ini bukan sekadar lomba biasa, tetapi langkah visioner. SMA Negeri 2 Ternate menunjukkan bahwa sekolah daerah juga mampu membaca arah masa depan dan menjemput perubahan melalui inovasi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung prestasi membanggakan sekolah tersebut di tingkat internasional. Pada 2025, dua siswa SMA Negeri 2 Ternate berhasil meraih prestasi internasional—bukti bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing di panggung global ketika diberi ruang dan dukungan yang tepat.

Ke depan, Abubakar berharap kegiatan robotik seperti ini menjadi agenda tahunan sekaligus identitas baru sekolah.

“Kalau pusat kreativitas ada di SMA Negeri 5 Ternate, maka robotik dan STEM harus menjadi kekuatan utama SMA Negeri 2 Ternate,” katanya optimistis.

Sementara itu, Ketua Panitia, Nursahida Salim, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknologi dan keterampilan STEM siswa, sekaligus membangun semangat kompetisi sehat dan kolaborasi antarpelajar.

“Ajang ini kami harapkan mampu meningkatkan minat siswa terhadap teknologi dan robotik, melatih kemampuan problem solving, berpikir logis, sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap karya inovasi siswa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti 89 peserta, terdiri dari 64 siswa SMA/SMK dari berbagai daerah di Maluku Utara dan 25 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Khairun.

Berbagai kategori diperlombakan, mulai dari Robot Line Follower, Robot Sumo, hingga Robot Inovasi. Selain kompetisi, peserta juga menampilkan hasil karya dalam Expo Robotik, berupa pameran inovasi, atraksi robot, hingga presentasi konsep pemanfaatan robot dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMA Negeri 2 Ternate, Amiruddin S. Rdjilun, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelajar di kawasan timur Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dalam penguasaan teknologi.

“Kami ingin mematahkan stigma bahwa siswa di wilayah timur Indonesia tertinggal. Faktanya, mereka mampu bersaing dan menunjukkan kualitas yang sama bahkan lebih baik dalam penguasaan teknologi,” tegas Amiruddin.

Ia mengungkapkan, kemampuan siswa dalam merancang robot lahir dari semangat belajar mandiri melalui platform digital seperti YouTube, komunitas teknologi, hingga budaya saling berbagi pengetahuan antar siswa.

“Ketika diberi ruang, fasilitas, dan kepercayaan, anak-anak kita bisa melaju jauh,” ujarnya.

Amiruddin berharap kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya generasi muda Maluku Utara yang unggul di bidang teknologi, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *