LENTERA MALUT – Rasa cemas menyelimuti keluarga Esausidemo (57). Nelayan asal Kelurahan Bido, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate ini belum juga kembali ke daratan setelah pamit melaut pada Selasa (7/7/2026) subuh sekitar pukul 05.00 WIT.
Kehilangan kontak yang terlalu lama memaksa pihak keluarga mengambil tindakan nekat. Perwakilan keluarga korban, Nofren Konyeye, mengonfirmasi bahwa mereka langsung menerjunkan warga untuk melakukan pencarian mandiri menggunakan longboat. Langkah berani ini mereka ambil akibat adanya kendala bahan bakar minyak (BBM) yang sempat menghambat pergerakan awal tim Basarnas kemarin sore.
“Kami berinisiatif mencari sendiri karena takut korban terbawa arus semakin jauh. Sampai detik ini, kami belum menerima informasi apa pun dari tim yang keluar mencari,” ujar Nofren dengan nada khawatir pada Rabu (8/7/2026).
Keluarga menduga arus laut kemungkinan telah menyeret perahu Esausidemo keluar dari perairan Ternate. Oleh karena itu, Nofren menitipkan pesan kepada seluruh warga pesisir di wilayah Halmahera Utara, Loloda, hingga perairan Pulau Morotai.
“Kecurigaan kami, beliau terbawa arus hingga ke sana. Kami memohon dengan sangat kepada warga pesisir di wilayah tersebut, jika melihat atau menemukan keberadaan beliau, mohon segera berikan pertolongan,” pinta Nofren.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Ternate Dapil Batang Dua, Tasman Balak, terus mengawal ketat kasus hilangnya nelayan ini. Tasman menjelaskan bahwa upaya pencarian sebenarnya sudah berlangsung sejak Selasa malam.
“Semalam, personel Polairud Batang Dua bersama kapal nelayan asal Bitung sudah menyisir laut hingga sore, namun hasilnya masih nihil,” jelas Tasman.
Hari ini, setelah berkoordinasi intensif dengan Basarnas, tim gabungan siap meluncur ke titik koordinat yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban menggunakan kapal penyelamat utama milik Basarnas. Namun, misi kemanusiaan hari ini menghadapi tantangan berat karena alam sedang tidak bersahabat.
“Kondisi cuaca hari ini cukup ekstrem dengan tiupan angin yang sangat kencang,” pungkas Tasman.
Keluarga kini hanya bisa menggantungkan harapan besar pada ketangguhan tim SAR dan kepedulian masyarakat luas agar Esausidemo dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. (Red)

Komentar