SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maluku Utara
Beranda » Blog » Gen Z Malut Didorong Pahami Pentingnya Moderasi Beragama

Gen Z Malut Didorong Pahami Pentingnya Moderasi Beragama

Agenda FGD Forum Kerukunan Umat Provinsi Maluku Utara

LENTERA MALUT  – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Maluku Utara: Tanggung Jawab Siapa?” pada Kamis (13/8/2026) di Kota Ternate.

Dalam kegiatan yang menghadirkan tokoh lintas agama dan organisasi mahasiswa Cipayung Plus tersebut, Ketua FKUB Maluku Utara, Adnan Mahmud, mengungkapkan keprihatinannya atas penurunan indeks kerukunan umat beragama di wilayah tersebut.

Adnan Mahmud memaparkan bahwa berdasarkan data yang dipublikasikan Kementerian Agama melalui Badan Moderasi Beragama, indeks kerukunan di Maluku Utara pada tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Angka indeks tersebut saat ini berada di bawah standar minimal, yaitu di bawah angka 70. Hal ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan di Maluku Utara.

Salah satu faktor utama yang menjadi tantangan saat ini adalah pesatnya perkembangan teknologi yang tidak dibarengi dengan literasi digital yang mumpuni di masyarakat. Adnan menyoroti fenomena masyarakat yang menyerap pemahaman keagamaan secara literal melalui platform digital seperti YouTube tanpa melakukan verifikasi atau diskusi lebih lanjut.

“Problemnya sekarang, orang mendengar di YouTube dan jika tidak paham, mereka tidak bisa mengonfirmasi langsung. Mereka hanya mengandalkan figur tersebut tanpa bertanya lagi,” ujar Adnan. Menurutnya, belajar agama seharusnya memiliki silsilah keilmuan yang jelas dan kehadiran guru untuk tempat bertanya.

Pemuda di Halut Hilang Sejak Empat Hari, Tim SAR Lakukan Pencarian

Terkait konflik yang sempat terjadi di Sidangoli Popo, Adnan menyatakan bahwa meskipun secara formal masalah dianggap selesai di tingkat pejabat, FKUB ingin memastikan perdamaian menyentuh hingga tingkat akar rumput (grassroot). FKUB berencana menyambangi wilayah tersebut dengan pendekatan kemanusiaan dan kekeluargaan guna mencari akar masalah yang sebenarnya, melampaui sekadar pendekatan legal-yuridis formal.

Sebagai langkah preventif, FKUB akan melaksanakan sosialisasi kerukunan dan moderasi beragama di Halmahera Selatan pada September mendatang. Sasaran utama program ini adalah siswa SMA, SMK, dan Madrasah yang tergolong sebagai Generasi Z.

“Gen Z sangat penting diberikan pemahaman sejak dini karena mereka mudah terpapar informasi digital. Jika pola pikir mereka dibentuk dengan benar sekarang, kita akan menikmati hasilnya 5 hingga 10 tahun ke depan,” jelasnya.

Adnan juga menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kerukunan bukan hanya berada di pundak FKUB, melainkan merupakan tanggung jawab pemerintah, baik Kementerian Agama maupun pemerintah daerah. FKUB sendiri memposisikan diri sebagai penyambung program-program negara dalam kerja-kerja kemanusiaan dan kerukunan sesuai mandat yang diberikan. (Red)

Nurjaya Persoalkan Putusan BK, Soroti Ahli Bahasa dan Fakta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement