LENTERA MALUT – Bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, sedang bersiap menghadapi laga terbesar dalam awal karier profesionalnya. Remaja berbakat ini akan mengukir sejarah baru sebagai bek tengah termuda kedua yang tampil sejak menit awal dalam partai final Piala Dunia.
Menjelang bentrokan sengit antara Spanyol dan Argentina, pemain berusia 19 tahun tersebut membagikan pandangannya mengenai duet pertahanannya yang kian solid bersama Aymeric Laporte. Selain itu, ia juga menyoroti ancaman nyata dari Julian Alvarez serta kesempatan emas untuk berbagi lapangan dengan idola masa kecilnya, Lionel Messi.
Sepanjang turnamen berlangsung, Cubarsi terus menunjukkan performa memukau dan menjadi salah satu tulang punggung La Roja. Kombinasi taktisnya bersama Laporte di lini belakang sukses mengantar Spanyol melenggang ke babak final sekaligus mempertegas reputasinya sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di sepak bola modern.
Saat berbicara kepada TV3 melalui Mundo Deportivo, Cubarsi mengungkapkan betapa nyamannya ia bermain di samping bek berpengalaman sekelas Laporte selama kampanye Piala Dunia ini.
“Piala Dunia menjadi turnamen besar pertama bagi kami berdua bermain bersama sebagai starter. Saya merasa sangat nyaman,” ujar Cubarsi.
Ia menambahkan bahwa mereka berdua saling membantu dan membangun rasa percaya diri di lapangan. Kerja sama ini sengaja mereka perkuat demi meminimalkan potensi kebobolan gol dari serangan lawan.
Menariknya, Cubarsi juga melihat ada kemiripan besar antara karakter Laporte dengan rekan setimnya di Barcelona, Inigo Martinez. Keduanya sama-sama berasal dari wilayah Basque, bermain di sisi kiri, memiliki profil permainan yang mirip, dan berkarakter kuat. Hal ini membuat Cubarsi merasa tidak asing dan dengan mudah membayangkan Laporte bermain bersamanya di Camp Nou suatu hari nanti.
Mewaspadai Pergerakan Julian Alvarez
Lini pertahanan Spanyol dipastikan bakal menerima ujian terberat saat menghadapi lini serang Argentina yang dimotori oleh Lionel Messi dan Julian Alvarez. Secara khusus, Cubarsi memberikan pujian bagi Alvarez, striker Atletico Madrid yang belakangan ini santer dikaitkan dengan rumor kepindahan ke Barcelona.
“Dia pemain yang sangat terampil. Alvarez pintar menemukan ruang kosong, menusuk ke dalam, dan memiliki tendangan yang spektakuler,” tutur Cubarsi.
Ia mengingatkan rekan-rekannya untuk selalu waspada dan menjaga jarak rapat dengan Alvarez, karena sang striker bisa memberikan ancaman berbahaya kapan saja.
Wujudkan Mimpi Masa Kecil Melawan Lionel Messi
Di luar semua persiapan taktik yang rumit, momen emosional terbesar bagi Cubarsi adalah kesempatan berhadapan langsung dengan Lionel Messi. Sebagai jebolan akademi Barcelona,
Cubarsi tumbuh besar dengan menyaksikan sang legenda Argentina mendominasi panggung sepak bola dunia di Camp Nou. Hal ini membuat laga final hari Minggu besok terasa sangat emosional dan spesial baginya.
“Dulu saya memiliki jersi dengan nama Neymar dan Pique, tetapi Messi selalu ada di sana. Dia adalah salah satu idola terbesar saya,” ungkapnya.
Cubarsi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh fans Barcelona memiliki kedekatan emosional yang sangat khusus dengan Messi. Oleh karena itu, bisa berbagi lapangan dengan sang megabintang di usianya yang masih sangat muda merupakan sebuah impian masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan. (Red)
Sumber : barcauniversal.com

Komentar