LENTERA MALUT – Kecemasan menyelimuti keluarga Firnawanti Ramdan, gadis berusia 19 tahun asal Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Keluarga kehilangan kontak dengan Firnawanti sejak September 2026 dan kini berupaya mencari keberadaannya setelah menerima informasi bahwa ia diduga berada bersama seorang pria bernama Alex di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Ibu kandung Firnawanti, Nursina Yamin, bersama ayahnya, Ramdan Y. Runda, mengungkapkan bahwa mereka terakhir kali berkomunikasi dengan putri mereka pada 5 September 2026 melalui sambungan telepon seluler.
Nursina menuturkan, Firnawanti sempat meneleponnya sekitar pukul 09.23 WIT untuk menanyakan rencana kedatangan kedua orang tuanya ke Ternate. Saat itu, Firnawanti ingin bertemu dengan mereka sekaligus mengetahui kapan orang tuanya bisa mengunjunginya selama berada di kota tersebut.
Nursina menjawab bahwa ia bersama suaminya berencana mengunjungi Firnawanti pada Oktober 2026. Namun, mereka masih harus menunggu gaji dan memastikan ketersediaan biaya perjalanan.
Pada sore harinya, Firnawanti kembali menelepon ibunya untuk menanyakan kepastian rencana kunjungan tersebut. Nursina pun menyampaikan jawaban yang sama.
Namun, komunikasi itu menjadi percakapan terakhir mereka. Sehari setelahnya, Nursina mencoba menghubungi nomor telepon putrinya, tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif. Sejak saat itu, keluarga kesulitan menghubungi Firnawanti dan mencari tahu keberadaannya.
Kekhawatiran keluarga semakin meningkat pada 19 Oktober 2026. Saat kembali mencoba menghubungi nomor tersebut, Nursina mendapati nomor telepon itu aktif. Akan tetapi, seorang pria justru menjawab panggilannya.
Menurut Nursina, pria tersebut memperkenalkan diri sebagai Alex. Dalam percakapan itu, Alex disebut menyampaikan bahwa Firnawanti berada bersamanya di wilayah Maluku. Keluarga kemudian memperoleh informasi yang mengarah ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Informasi tersebut mendorong keluarga untuk menelusuri keberadaan Firnawanti lebih lanjut sekaligus memastikan kondisi dan keselamatannya.
Nursina menjelaskan bahwa Alex bukan orang asing bagi keluarganya. Pria tersebut pernah tinggal di rumah mereka di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat, bahkan keluarga sempat mengangkatnya sebagai anak angkat.
Kedekatan tersebut membuat keluarga semakin ingin mengetahui secara pasti keberadaan Firnawanti dan alasan mereka tidak lagi bisa berkomunikasi langsung dengan gadis tersebut.
Sebelum kehilangan kontak, Firnawanti berada di Kota Ternate untuk mengikuti kursus di Global Science Institute (GSI). Menurut keterangan keluarga, namanya masih tercatat dalam daftar siswa di lembaga tersebut.
Namun, ketidakhadiran dan sulitnya menghubungi Firnawanti membuat teman-temannya tidak mengetahui keberadaannya. Sebagian dari mereka sempat mengira Firnawanti telah kembali ke kampung halaman atau pindah tempat kos.
Nursina kemudian menghubungi sejumlah teman putrinya untuk mencari informasi. Dari komunikasi tersebut, ia mengetahui bahwa teman-teman Firnawanti juga sempat mencoba menghubunginya, tetapi mereka tidak mendapat jawaban karena nomor teleponnya tidak aktif.
Keluarga terus berupaya mengumpulkan informasi dengan meminta bantuan teman-teman Firnawanti dan menelusuri nomor telepon melalui peta digital. Dari upaya tersebut, keluarga mengaku memperoleh petunjuk lokasi yang mengarah pada keberadaan Firnawanti bersama Alex.
Meski demikian, keluarga masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan keakuratan informasi tersebut. Mereka juga berharap pihak terkait dapat membantu menelusuri keberadaan Firnawanti secara langsung.
Berdasarkan keterangan keluarga, Firnawanti memiliki tinggi badan sekitar 140 sentimeter, berkulit sawo matang, dan berusia 19 tahun. Keluarga juga menggambarkannya sebagai pribadi yang pendiam dan penurut.
Informasi mengenai ciri-ciri fisik tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali Firnawanti apabila melihat atau mengetahui keberadaannya.
Dalam upaya mencari putrinya, Ramdan Y. Runda disebut telah mendatangi Polres Ternate untuk menyampaikan laporan mengenai kondisi Firnawanti yang tidak lagi dapat dihubungi.
Namun, karena informasi yang diterima keluarga mengarah pada keberadaan Firnawanti di luar wilayah Provinsi Maluku Utara, keluarga mengaku mendapat arahan untuk mengajukan surat permohonan atau laporan orang hilang kepada pimpinan kepolisian setempat.
Hingga berita ini disusun, keluarga masih berupaya mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Firnawanti. Mereka berharap pihak berwenang dapat membantu menelusuri informasi yang ada dan memastikan keselamatannya.
Informasi mengenai lokasi dan kondisi Firnawanti belum dapat dipastikan secara independen. Redaksi juga masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait untuk memperjelas informasi yang berkembang.
Keluarga mengajak masyarakat yang mengetahui atau memiliki petunjuk mengenai keberadaan Firnawanti Ramdan agar segera menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga atau pihak berwenang.
Mereka berharap Firnawanti segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta melanjutkan pendidikannya. (Red)

Komentar