LENTERA MALUT – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Maluku Utara di tingkat nasional. Loveli Nesya Konyenye, siswi SMA Negeri 1 Halmahera Barat, berhasil meraih posisi Runner Up 1 Putri Generasi Hijau Tahun 2026.
Loveli mewakili Provinsi Maluku Utara dalam ajang Jambore Generasi Hijau 2026 yang mempertemukan ratusan pelajar dari berbagai provinsi di Indonesia serta sejumlah delegasi internasional. Panitia menetapkan Loveli sebagai Runner Up 1 setelah melalui sejumlah tahapan penilaian.
Tahapan tersebut meliputi sesi Question and Answer atau tanya jawab, orasi mengenai berbagai persoalan lingkungan di daerah, khususnya terkait pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta penilaian terhadap keterlibatan aktif peserta selama rangkaian kegiatan.
Jambore Generasi Hijau 2026 secara resmi berakhir pada 26 Agustus 2026. Selama kegiatan, para peserta mengikuti berbagai agenda yang menggabungkan edukasi lingkungan dengan aksi nyata.
Panitia mengawali rangkaian kegiatan melalui materi dan aksi pembersihan sampah di kawasan car free day Jakarta. Peserta kemudian mengikuti pelatihan pengelolaan limbah di Budi Luhur University dengan memanfaatkan fasilitas kampus, termasuk Bank Sampah Budi Luhur.
Selain itu, peserta mengikuti talk show lingkungan, rehabilitasi mangrove, serta kegiatan pembangunan hutan. Berbagai kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Loveli dalam keterangan persnya pada Rabu, (26/8/2026) menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi peserta. Menurutnya, Jambore Generasi Hijau tidak hanya memberikan pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga mengajarkan karakter, kepemimpinan, gotong royong, dan kepedulian ekologis melalui tindakan nyata.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap berbagai aksi lingkungan yang digagas generasi muda.
“Pemerintah daerah harus senantiasa berdiri di depan untuk mendukung aksi-aksi nyata peduli bumi. Generasi muda memiliki energi dan potensi besar untuk membawa perubahan, namun kami membutuhkan ruang serta fasilitas yang tepat,” ujar Loveli.
Menurut Loveli, keberadaan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan delegasi internasional menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berkembang menjadi gerakan bersama tanpa mengenal batas wilayah maupun negara.
Ia menilai kolaborasi antara generasi muda, organisasi lingkungan, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan gerakan lingkungan yang memberikan dampak berkelanjutan.
“Ketika niat baik disatukan dengan aksi nyata, kita dapat menciptakan dampak besar bagi kelestarian lingkungan Indonesia, terutama di daerah kita masing-masing,” kata Loveli.
Setelah mengikuti Jambore Generasi Hijau 2026, Loveli berharap seluruh delegasi dapat membawa pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh untuk diterapkan di daerah masing-masing.
Ia juga berharap keterampilan pengelolaan limbah dan sampah yang peserta dapatkan selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk mengembangkan berbagai kegiatan lingkungan di sekolah, komunitas, maupun lingkungan masyarakat.
Prestasi Loveli sekaligus membawa nama Maluku Utara dalam gerakan generasi muda yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan alam secara berkelanjutan. (Red)

Komentar