Table of Contents−
LENTERA MALUT – Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Ternate menyampaikan Pandangan Umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPP) Pelaksanaan APBD Kota Ternate Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ketiga, Rabu (24/6/2026)
Juru Bicara Fraksi NasDem, Ade Rahmat Lamadihami, memaparkan sejumlah capaian positif, catatan kritis, serta rekomendasi strategis demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Ternate.
Dalam penyampaiannya, Ade Rahmat mengapresiasi penguatan ekonomi Kota Ternate sepanjang tahun 2025. Berdasarkan angka perkiraan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan naik dari Rp8,84 triliun pada 2024 menjadi Rp9,41 triliun pada 2025, yang menandakan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,50 persen . PDRB per kapita juga meningkat 5,34 persen menjadi Rp43,41 juta.
“Momentum pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini perlu dioptimalkan untuk mewujudkan ekonomi Kota Ternate yang sejahtera, merata, dan berkesinambungan melalui sinergi antarpemangku kepentingan,” ujar Ade.
Selain itu, NasDem memberikan penghargaan tinggi atas keberhasilan Pemerintah Kota Ternate meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dua kali berturut-turut. Namun, Ade menegaskan bahwa predikat ini jangan sekadar menjadi pencapaian administratif, melainkan harus mencerminkan akuntabilitas dan efisiensi riil di setiap satuan kerja.
Sorotan Pajak dan Rendahnya Realisasi Retribusi
Meskipun realisasi pendapatan daerah secara keseluruhan mencapai 92,06 persen (Rp1,02 triliun) dari target Rp1,11 triliun, Fraksi NasDem memberikan catatan khusus pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ade Rahmat memuji kinerja optimal sektor pajak daerah yang melampaui target, yakni mencapai 102,21 persen atau sebesar Rp101,96 miliar.
Ia meminta pemerintah daerah memberikan penghargaan (reward) kepada OPD pengelola pajak tersebut. Sebaliknya, sorotan tajam diarahkan pada sektor retribusi dan pos PAD lain-lain yang sah karena realisasinya masih di bawah 70 persen. Retribusi daerah tercatat hanya mencapai 52,49 persen atau Rp22,68 miliar dan pos Lain-lain PAD yang sah hanya 49,48 persen Rp7,07 miliar.
“Kedua pos ini memerlukan perhatian khusus, monitoring, serta evaluasi yang optimal sebagai upaya mendongkrak PAD Kota Ternate di masa mendatang,” tegas Ade.
Transformasi Sampah Jadi Berkah Ekonomi
Dengan jumlah penduduk 219.100 jiwa, Ternate memproduksi tidak kurang dari 120 ton sampah per hari. NasDem mengkritik metode pengelolaan sampah lama (open dumping) di TPA Buku Deru-deru, Kelurahan Takome, yang kini terancam melebihi kapasitas.
Ade mendorong Pemkot Ternate beralih ke pendekatan ekonomi sirkular melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) (p. 16). Mengingat mayoritas sampah didominasi bahan organik (80-90%), ada potensi ekonomi besar untuk mengubah 72 ton sampah organik harian menjadi kompos atau biogas, serta mendaur ulang 36 ton sampah anorganik (pp. 14-15).
Fraksi NasDem merekomendasikan tiga langkah inovasi:
- Digitalisasi transaksi bank sampah melalui aplikasi mobile.
- Integrasi program dengan bantuan sosial pemerintah.
- Penciptaan pasar tetap untuk produk hasil daur ulang.
“Saatnya mengubah cara berpikir masyarakat. Sampah bukan lagi menjadi momok, tetapi bisa berubah menjadi berkah bagi kemakmuran bersama,” tambah Ade.
Selamat atas Prestasi PorProv V
Menutup pandangannya, Ade Rahmat atas nama Fraksi NasDem menyampaikan ucapan selamat kepada kontingen Kota Ternate yang berhasil mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang PorProv V Maluku Utara dengan total raihan 167 medali. Capaian ini merupakan kemenangan empat kali berturut-turut yang mempertegas posisi Ternate sebagai Kota Rempah yang konsisten membina atlet-atlet berprestasi.
Rapat Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD, Rusdi A. Im yang didampinggi Wakil Ketua I dan II DPRD serta dihadiri langsung oleh Wali Kota Ternate, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD se-Kota Ternate serta para Lurah. (Red)

Komentar