SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonomi
Beranda » Blog » Panen 45 Hari Rumput Laut Malut Jadi Solusi Ekonomi

Panen 45 Hari Rumput Laut Malut Jadi Solusi Ekonomi

Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Malut, Kadri Laetje / Dok : LM

LENTERA MALUT – Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Kadri Laetje, mendorong percepatan pengembangan budidaya rumput laut sebagai orientasi utama sektor budidaya perikanan.

Langkah ini selaras dengan kewenangan undang-undang yang memandatkan provinsi untuk mengelola potensi budidaya laut secara optimal.

Kadri menjelaskan bahwa pemerintah provinsi memfokuskan pengembangan komoditas ini di lima wilayah kunci, yakni Kabupaten Pulau Taliabo, Morotai, kawasan Jeronga, Halmahera Selatan, hingga Halmahera Timur.

Saat ini, pihaknya bahkan telah menyalurkan bantuan bibit rumput laut secara langsung ke masyarakat di Pulau Taliabo, Halmahera Selatan, dan Pulau Morotai.

“Kami memilih rumput laut karena harga pasarannya saat ini sedang sangat bagus,” ujar Kadri saat memberikan keterangan di Ternate, Jumat (28/8/2029).

Kasman Minta Dukungan Zulhas Tambah Kursi DPR Malut

Ia menambahkan bahwa budidaya ini sangat menguntungkan nelayan karena memiliki biaya operasional yang sangat rendah. Pembudidaya tidak perlu mengeluarkan biaya pakan sama sekali.

Metode pengembangannya pun tergolong praktis. Nelayan cukup mengikat bibit menggunakan sistem long line dan menebarkannya di perairan yang jernih sesuai dengan habitat alaminya. Hanya dalam waktu 45 hari, para nelayan sudah bisa memanen hasilnya dan segera memperoleh penghasilan.

Selain fokus pada rumput laut, DKP Maluku Utara juga tengah mengkaji potensi pengembangan budidaya udang dan ikan kerapu. Namun, Kadri menegaskan bahwa pihaknya masih mematangkan kesiapan ketersediaan pakan serta penguasaan teknologi sebelum memulai pengembangan kedua komoditas tersebut.

“Untuk saat ini, rumput laut tetap menjadi pilihan paling ekonomis bagi masyarakat pesisir di Maluku Utara,”tandasnya (Red)

Dinas Kelautan Maluku Utara Perkuat Ekonomi Nelayan Lewat KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement