Pelni Ternate Dukung Perluasan Ruang Terbuka Hijau Lewat Pohon

avatar Tidak diketahui
Jajaran Pelni Cabang Ternate kompak foto bersama dalam aksi penanaman pohon di TPA Buku Deru-deru / Istimewa

LENTERA MALUT – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui berbagai program keberlanjutan.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni, perusahaan pelayaran milik negara itu menggelar aksi penghijauan dan pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular di sejumlah daerah operasionalnya.

PELNI menanam lebih dari 200 bibit pohon yang tersebar di beberapa wilayah operasional, antara lain Ternate, Sampit, Parepare, dan Bima. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.

Di Ternate, jajaran PELNI bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate melakukan penanaman pohon di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Sabtu (6/6/2026).

Kepala Cabang PELNI Ternate, Lutfi Israr, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.

“Setelah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, pagi tadi kami bersama seluruh jajaran PELNI Ternate turun langsung melakukan aksi penanaman pohon di area TPA Buku Deru-Deru,” ujar Lutfi kepada lenteramalut.com.

Menurutnya, program penghijauan ini bertujuan meningkatkan ruang terbuka hijau di sekitar wilayah operasional perusahaan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Tak hanya fokus pada penghijauan, PELNI juga mengembangkan program pengelolaan limbah dengan mendaur ulang life jacket yang sudah tidak digunakan menjadi tas dan sepatu ramah lingkungan.

Melalui program tersebut, perusahaan menerapkan prinsip ekonomi sirkular yang mampu mengurangi limbah operasional sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Setiap produk hasil daur ulang memanfaatkan sekitar 71 persen material bekas life jacket. Bahkan, satu pasang sepatu hasil daur ulang mampu memanfaatkan 227 gram limbah, menekan emisi karbon hingga 5,244 kilogram CO2-eq, serta menghemat penggunaan air mencapai 755,56 liter dibandingkan proses produksi konvensional.

Lutfi menjelaskan, program ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Sejumlah keluarga pengrajin memperoleh tambahan pendapatan dari proses pengolahan limbah tersebut. Sebanyak 44 persen pengrajin yang terlibat merupakan perempuan, terdiri dari ibu rumah tangga dan anggota PKK.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut, PELNI menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan pelestarian lingkungan.

Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

PELNI juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup di setiap daerah pelaksanaan program. Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan dan pemerintah daerah bersama-sama mendorong upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan.

“Keberlanjutan menjadi komitmen tanggung jawab kami kepada generasi mendatang. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami akan terus menghadirkan program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan nasional secara berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui berbagai program tersebut, PELNI berharap dapat menciptakan manfaat ekologis yang berkelanjutan, mengurangi dampak limbah operasional, meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar wilayah kerjanya, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *