LENTERA MALUT – Partai NasDem Maluku Utara resmi memasuki fase baru konsolidasi politik. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Maluku Utara menggelar pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dihadiri jajaran elite nasional, kepala daerah, serta seluruh kader dari kabupaten dan kota se-Maluku Utara.
Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal penataan ulang kekuatan politik NasDem menuju Pemilu 2029.
Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa NasDem tidak boleh hanya hadir sebagai kendaraan elektoral, melainkan harus menjadi kekuatan politik yang memberi dampak langsung bagi rakyat.
“NasDem harus membawa kebaikan dan kemaslahatan daerah, baik melalui jalur eksekutif maupun legislatif. Kehadiran partai harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Saan pada Sabtu, (10/1/2026) di Benteng Orange Ternate.
Menurutnya, Maluku Utara memiliki modal besar untuk melompat lebih jauh: sejarah panjang, kekayaan budaya, potensi pariwisata, sumber daya laut, hingga sektor pertambangan. Jika dikelola dengan visi dan keberpihakan yang tepat, Maluku Utara bisa menjadi simbol kemajuan baru di kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi yang dicatat provinsi ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi kita tinggi, tetapi masyarakat belum merasa bahagia. Ini pekerjaan rumah bersama,” ujar Sarbin.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah untuk membangun Maluku Utara yang lebih inklusif, adil, dan berpihak pada rakyat.
Di hadapan ribuan kader, Ketua DPW NasDem Maluku Utara terpilih, Husni Bopeng, menyampaikan tekad membangun kembali kekuatan partai dari akar rumput.
“Kita butuh IQ partai. Struktur harus hidup, DPC harus bergerak, dan mesin partai harus bekerja sampai ke tingkat desa,” katanya.
Husni juga secara terbuka mengakui kegagalan NasDem Maluku Utara merebut kursi DPR RI pada Pemilu 2024, setelah sebelumnya juga gagal pada 2014 dan 2019. Namun, hal itu justru dijadikan sebagai bahan bakar kebangkitan.
“Ketua Umum Pak Surya Paloh hanya berpesan kepada saya, ‘Ni, kerja ya!’ Itu amanah besar untuk mengembalikan kursi DPR RI yang hilang,” tegasnya.
Rakerwil ini, lanjut Husni, merupakan tindak lanjut dari Rakernas NasDem di Makassar pada Agustus 2025 dan menjadi titik awal konsolidasi besar menuju Pemilu 2029. Ia juga menekankan pentingnya membangun demokrasi yang lebih humanis, tanpa sekat suku dan agama.
“Demokrasi harus berpihak pada hak dasar rakyat. Inilah yang sedang kita bangun,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, DPP NasDem menyerahkan sejumlah Surat Keputusan (SK), termasuk SK kepengurusan DPC Patani, Maba, dan Jailolo, serta SK Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW NasDem Maluku Utara. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyaluran 500 paket sembako kepada kaum dhuafa di Kota Ternate.
Usai pelantikan, agenda Rakerwil akan dilanjutkan di Bella Hotel Ternate pada 10–11 Januari 2026, dengan satu tekad: menguatkan struktur, memanaskan mesin partai, dan menatap optimistis kembalinya NasDem sebagai kekuatan utama politik Maluku Utara di Pemilu 2029.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP NasDem Saan Mustopa, Sekretaris Jenderal DPP NasDem Hermawi F. Taslim, Koordinator Wilayah Maluku Utara Helmi Umar Muchsin, Wali Kota Ternate, Bupati Halmahera Timur, Wakil Wali Kota Ternate, Wakil Bupati Halmahera Barat, para sekda, serta kader NasDem dari seluruh kabupaten dan kota. (Red)






