SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Beranda » Blog » Malut Jadi Titik Penguatan KDMP dan Penyaluran Bansos

Malut Jadi Titik Penguatan KDMP dan Penyaluran Bansos

Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih di Maluku Utara / Dok : LM

LENTERA MALUT – Pemerintah menyiapkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai pusat penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) sekaligus motor penggerak ekonomi desa. Selain memastikan bantuan tepat sasaran, program ini juga ditargetkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pedesaan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar melalui kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta organisasi perangkat desa.

Zulhas panggilan karib Zulkifli itu mengatakan, berbagai program bantuan pemerintah seperti beras, minyak goreng, Program Keluarga Harapan (PKH), pupuk bersubsidi, gas LPG, hingga bantuan sosial lainnya akan disalurkan melalui Kopdes Merah Putih.

Menurutnya, skema tersebut akan membuat penyaluran bantuan lebih tertata, transparan, dan tepat sasaran karena seluruh data penerima terintegrasi melalui koperasi desa.

“Seluruh barang subsidi dan bantuan pemerintah nantinya disalurkan melalui koperasi desa sehingga penyalurannya lebih terdata dan tepat sasaran,” kata Zulhas.

Gerindra Ternate Belum Bersikap, Tunggu Salinan Putusan BK Nurjaya

Ia mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 70 persen penyaluran bantuan pemerintah masih dinilai belum tepat sasaran. Karena itu, kehadiran Kopdes Merah Putih di setiap desa diharapkan menjadi pusat pelayanan sekaligus tempat masyarakat menyampaikan pengaduan apabila menemukan ketidaksesuaian dalam penerimaan bantuan.

Selain menjadi penyalur bantuan sosial, Kopdes Merah Putih juga akan berperan sebagai operator berbagai layanan pemerintah di tingkat desa. Melalui koperasi tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses berbagai layanan publik yang selama ini sulit dijangkau.

Zulhas juga membantah informasi yang menyebut pembentukan Kopdes Merah Putih bertujuan memonopoli usaha warung di desa. Menurutnya, informasi tersebut merupakan disinformasi yang tidak sesuai dengan tujuan program pemerintah.

“Tujuan pemerintah justru memperkuat ekonomi desa melalui koperasi, bukan mengambil alih usaha masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pembentukan Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja di pedesaan. Setiap koperasi diproyeksikan mampu menyerap puluhan tenaga kerja lokal, baik sebagai karyawan maupun pengelola usaha.

Kemiskinan Malut Naik, BPS Catat 77,85 Ribu Penduduk Miskin

Tak hanya itu, koperasi juga akan mendorong pengembangan berbagai usaha produktif desa, seperti sektor perikanan, pertanian, hingga usaha ekonomi lainnya yang memiliki potensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin menciptakan lapangan kerja di desa. Banyak lulusan sekolah yang belum mendapatkan pekerjaan. Melalui koperasi desa, mereka memiliki kesempatan bekerja sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di daerahnya,”tutup Zulhas. (Red) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement