SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonomi
Beranda » Blog » Impor Garam, Belerang dan Kapur Malut Melonjak 185 Persen

Impor Garam, Belerang dan Kapur Malut Melonjak 185 Persen

Kepala Bagian Umum BPS Maluku Utara, Harim Arrosid memaparkan rilis statistik Juni 2026 / Istimewa

LENTERA MALUT – Arus impor Maluku Utara (Malut) mencatat lonjakan tajam sepanjang Januari–Agustus 2026. Nilai impor kelompok Garam, Belerang, dan Kapur menembus US$1,39 miliar atau sebesar Rp24,8 triliun dan tumbuh 184,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat nilai impor kelompok barang tersebut mencapai US$1.396,84 juta sepanjang Januari–Agustus 2026. Pada periode yang sama tahun 2025, nilainya masih berada di kisaran US$490,68 juta.

Kepala Bagian Umum BPS Malut, Harim Arrosid dalam rilis pers yang dikutip pada Selasa,(13/10/2026) mengatakan kenaikan itu mencapai sekitar US$906,16 juta hanya dalam kurun waktu setahun.

“BPS menempatkan kelompok Garam, Belerang, dan Kapur sebagai komoditas impor dengan pertumbuhan nilai tertinggi selama delapan bulan pertama 2026,”katanya.

Lonjakan tersebut juga membuat kelompok Garam, Belerang, dan Kapur menjadi penyumbang terbesar struktur impor Maluku Utara. Komoditas ini mengambil porsi 27,38 persen dari total impor Malut Januari–Agustus 2026.

Cegah Banjir, DPRD Ternate Desak Pemkot dan Pemprov Bersinergi

Secara keseluruhan, Maluku Utara mencatat nilai impor US$5,10 miliar sepanjang Januari–Agustus 2026. Angka itu meningkat 32,40 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat US$3,85 miliar.

“Selain Garam, Belerang, dan Kapur, sejumlah kelompok barang lain juga ikut mendorong kenaikan impor. Bahan Bakar Mineral meningkat 99,45 persen, Mesin atau Peralatan Listrik tumbuh 55,78 persen, sedangkan Bijih, Kerak, dan Abu Logam naik 65,77 persen,”sebutnya.

BPS mencatat sepuluh kelompok barang utama menyumbang 94,96 persen dari total impor Maluku Utara atau sekitar US$4,84 miliar. Data ini menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Malut masih terkonsentrasi pada sejumlah kelompok barang utama.

Dari sisi negara asal, Tiongkok masih menjadi pemasok terbesar barang impor Maluku Utara dengan nilai US$2,61 miliar atau 51,22 persen dari total impor. Filipina menyusul dengan US$531,12 juta, kemudian Kanada US$400,15 juta.

Meski impor meningkat, Maluku Utara tetap mencatat surplus perdagangan yang besar. BPS mencatat neraca perdagangan Malut sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai US$6,67 miliar, karena nilai ekspor mencapai US$11,77 miliar, jauh di atas impor US$5,10 miliar.

Perebutan Ketua Golkar Ternate Memanas, Ardian Yakin Menang

Lonjakan impor Garam, Belerang, dan Kapur menjadi salah satu angka paling mencolok dalam kinerja perdagangan Maluku Utara tahun ini. Pertumbuhan 184,67 persen menunjukkan perubahan besar pada kebutuhan barang impor kelompok tersebut dalam aktivitas ekonomi Malut sepanjang 2026. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement