LENTERA MALUT — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat di Kota Ternate. Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, melihat program ini bukan sekadar urusan bagi-bagi makanan sehat, melainkan sebuah ladang ekonomi baru yang menjanjikan keuntungan finansial atau cuan melimpah bagi warga.
Saat ini, sebanyak 22 dari total 32 dapur MBG yang terdaftar sudah resmi mengepulkan asapnya setiap hari. Kehadiran puluhan dapur ini langsung merombak peta lapangan kerja di tingkat akar rumput secara masif.
Jamian menghitung, setiap dapur rata-rata mempekerjakan 47 orang warga lokal untuk mengisi berbagai posisi penting. Mulai dari staf administrasi, tenaga kebersihan, juru masak, hingga ahli gizi menikmati upah yang menjanjikan, yaitu berkisar Rp3 juta per bulan.
“Dapur MBG ini membuka pintu rezeki, bahkan bagi ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki kesempatan mengikuti seleksi ASN. Mereka sekarang bisa bekerja aktif dan membawa pulang penghasilan,” ungkap Jamian saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2026).
Jika seluruh 32 dapur beroperasi penuh, ribuan warga Ternate akan langsung terserap dalam ekosistem kerja baru ini.
Dampak ekonomi program ini melesat jauh hingga ke sektor pertanian dan peternakan. Setiap hari, satu dapur MBG melahap ratusan kilogram bahan makanan segar dalam jumlah raksasa. Kebutuhan harian mereka mencakup sayur-mayur, telur, daging, ikan, hingga buah-buahan seperti pisang dan pepaya yang bisa menghabiskan dua sampai tiga pohon per hari.
Melihat besarnya angka permintaan tersebut, Jamian menantang para petani, nelayan, dan peternak lokal untuk bergerak cepat menangkap peluang emas ini. Alih-alih membiarkan pasokan datang dari luar daerah, ia ingin warga Ternate menguasai penuh rantai pasok harian tersebut.
Lewat cara inilah, uang dari program pemerintah akan langsung berputar dan mengalir deras mengisi kantong-kantong masyarakat lapisan bawah.
Di mata Jamian, MBG menjadi perwujudan nyata dari amanat UUD 1945 tentang tanggung jawab negara dalam memelihara anak-anak terlantar dan fakir miskin. Melalui investasi sosial jangka panjang ini, negara sedang membangun fondasi generasi masa depan Ternate yang sehat, produktif, dan siap bersaing.
Jamian mengakui pelaksanaan program ini masih memerlukan beberapa evaluasi teknis, namun ia menegaskan bahwa roda ekonomi kerakyatan sudah mulai berputar dan menjanjikan kesejahteraan nyata bagi seluruh warga. (Red)

Komentar