LENTERA MALUT – Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Sanana langsung bergerak cepat menggelar operasi penyelamatan di perairan Pulau Taliabu. Langkah ini merespons insiden tabrakan laut yang melibatkan dua unit long boat fiber dan menyebabkan seorang nelayan hilang di tengah lautan.
Kepala Kantor SAR Ternate membenarkan kecelakaan laut tersebut melalui rilis resmi Basarnas Ternate pada Sabtu (01/08/2026). Peristiwa nahas itu terjadi di perairan antara Pulau Kabihu dan wilayah Desa Mbono, Kecamatan Taliabu Timur, Kabupaten Pulau Taliabu.
Kronologi kejadian bermula saat kedua perahu cepat tersebut saling bertabrakan pada Jumat (31/07/2026) sekitar pukul 20.00 WIT. Benturan keras tersebut melempar dua orang nelayan langsung ke dalam laut.
Masyarakat nelayan setempat bersama pihak keluarga korban langsung melancarkan aksi pencarian mandiri malam itu juga. Warga akhirnya berhasil mengevakuasi satu korban bernama Samiun Kader (41) dalam keadaan selamat, namun rekan korban bernama Tedy Empesa (26) masih hilang tertelan ombak. Pihak keluarga kemudian menghubungi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pulau Taliabu yang langsung meneruskan laporan darurat ini ke USS Sanana untuk meminta bantuan pencarian.
## Tim SAR Terjunkan Armada RIB 01 Menyisir Titik Tabrakan
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue USS Sanana bersama potensi SAR langsung tancap gas menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) pada Sabtu (01/08/2026) pagi. Tim penyelamat mengendarai armada laut Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Sanana untuk memburu waktu menyisir area perairan Taliabu Timur.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus mengupayakan pencarian intensif guna menemukan keberadaan Tedy. Operasi penyelamatan di wilayah Taliabu ini melibatkan kolaborasi ketat antara personel Unit Siaga SAR Sanana, anggota TNI AL Sanana, petugas Pos Polairud Sanana, tim BPBD Taliabu, serta masyarakat nelayan Desa Mbono.
Berdasarkan data resmi Basarnas, korban selamat atas nama Samiun Kader merupakan nelayan berusia 41 tahun asal Taliabu Utara. Sementara itu, korban yang masih dalam pencarian bernama Tedy Empesa, seorang nelayan muda berusia 26 tahun asal Takalar. Pihak Basarnas berjanji akan segera memperbarui informasi lapangan begitu tim menemukan perkembangan terbaru. (Red)

Komentar