LENTERA MALUT – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara mengambil langkah strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata dan meningkatkan kualitas jurnalisme. Lembaga ini menggelar Capacity Building Media Briefing di Pulau Meti, Kabupaten Halmahera Utara, pada Rabu (29/7/2026).
Lewat tema “Sinergi Media untuk Informasi Berkualitas dan Pariwisata Berkelanjutan”, BI merangkul puluhan jurnalis untuk menyongsong masa depan ekonomi baru.
Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Muhammad Fadil, membuka langsung agenda ini bersama Kepala Seksi Kehumasan, Safrijal Ariq Al Aziz. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari jurnalis media lokal dan kontributor televisi nasional di Maluku Utara antusias mengikuti jalannya pelatihan.
Dalam sambutannya, Muhammad Fadil menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis utama bagi Bank Indonesia. Ia meyakini tidak ada kebijakan publik yang dapat berjalan efektif tanpa dukungan komunikasi dari media. Menurutnya, media berperan penting dalam menyampaikan pesan kebijakan secara jernih, mulai dari pengelolaan inflasi hingga menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Masyarakat perlu tahu mengapa sebuah kebijakan diambil dan apa manfaatnya bagi mereka. Di sinilah media hadir membantu kami menyebarluaskan informasi tersebut,” ujar Fadil.
Sebagai bukti nyata, Fadil mencontohkan langkah BI yang terjun langsung mengintervensi sektor riil. BI baru saja berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan demplot bawang merah di Lahan Produktif Halmahera Selatan guna mendorong produktivitas petani.
Selain membahas kebijakan makro, BI mengajak para jurnalis melihat potensi besar di luar sektor pertambangan yang selama ini menjadi penopang utama Maluku Utara. Fadil mengingatkan bahwa sumber daya alam tambang memiliki batas waktu. Oleh karena itu, Maluku Utara harus menyiapkan mesin pertumbuhan ekonomi baru, salah satunya melalui sektor pariwisata.
Saat ini, BI berkomitmen membantu penyusunan studi kelayakan feasibility study untuk tujuh proyek investasi daerah yang mayoritas bergerak di sektor wisata exotic, termasuk pemanfaatan Pulau Widi. Melalui pelatihan di Pulau Meti ini, Fadil menantang para jurnalis untuk jeli menemukan sudut pandang (angle) tulisan yang menarik guna mempromosikan keindahan wisata lokal kepada dunia.
Untuk mematangkan keterampilan tersebut, BI menghadirkan Managing Editor Kumparan, Gadi, sebagai pemateri utama. Gadi membagikan strategi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia jurnalistik.
Penggunaan AI ini bukan untuk menggantikan peran wartawan, melainkan untuk mengotomatisasi pengolahan data dan mempermudah proses pencarian ide kreatif.
Guna membakar semangat peserta, panitia juga menggelar kompetisi menulis berita pariwisata yang pemenangnya akan diumumkan pada hari Jumat. BI sengaja memilih Pulau Meti sebagai lokasi acara demi memastikan perputaran uang hasil kegiatan tetap mengalir dan menggerakkan ekonomi masyarakat di dalam wilayah Maluku Utara. (Red)

Komentar